Kebijakan Stimulus Joe Biden akan Berdampak Ganda pada Ekonomi Dunia

    M Ilham Ramadhan - 08 Maret 2021 07:43 WIB
    Kebijakan Stimulus Joe Biden akan Berdampak Ganda pada Ekonomi Dunia
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Foto: AFP/Mandel Ngan.



    Jakarta: Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai kebijakan stimulus yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden akan memberi dampak berganda pada ekonomi dunia.

    Apalagi ekonomi Negeri Paman Sam juga diproyeksikan akan tumbuh 5,5 persen di 2021, pemulihan tercepat yang tercatat sejak 1984.






    "Dengan pemulihan ekonomi AS, maka pemulihan ekonomi global jug berpotensi juga akan lebih cepat terjadi apalagi di saat yang bersamaan Tiongkok juga diproyeksikan mengalami pertumbuhan ekonomi," ujar Yusuf saat dihubungi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 8 Maret 2021.

    Dia bilang, dari kebijakan stimulus AS itu pula Indonesia akan mendapatkan dampak positif. Setidaknya itu akan terlihat pada kinerja perdagangan nasional, utamanya komoditas unggulan Tanah Air seperti batu bara. Bila komoditas batu bara mengalami perbaikan harga, imbuh Yusuf, maka secara tidak langsung penerimaan negara juga akan terimbas.

    "Tentu ini berdampak baika secara langsung terhadap upaya pemenuhan target pertumbuhan ekonomi dan juga upaya konsolidasi fiskal," jelasnya.

    Akan tetapi, kata Yusuf, kebijakan stimulus AS yang mencapai USD1,9 triliun untuk menangani pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi itu juga akan berdampak pada tertekannya nilai tukar rupiah. Sebab, AS diperkirakan akan berpotensi meningkatkan imbal hasil obligasi Negeri Paman Sam. Hal itu, kata Yusuf, mendorong terjadinya dolar AS pulang kampung.

    "Ini bisa mendorong dolar AS pulang kampung dan akan berdampak pada fluktuasi nilai tukar," terang Yusuf.

    Dia menambahkan, imbal hasil yang menarik untuk mendanai stimulus AS itu tentu akan menarik perhatian investor global, termasuk Indonesia. Belum lagi AS merupakan salah satu negara safe haven bagi para penanam modal.

    "Ini yang kemudian berdampak pada terminologi pulang kampung dan ini sudah terjadi di beberapa minggu ini. Ketika rupiah tertekan karena sentimen kenaikan US treasury yield. Namun demikian, ada potensi untuk mengurangi tekanan pada rupiah, Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan, dan ini akan tergantung pada aksi The Fed nantinya," pungkas Yusuf.

    Sebelumnya Senat AS menyetujui stimulus bantuan sebesar USD1,9 triliun untuk mengatasi pandemi covid-19 dan pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam. Presiden AS Joe Biden memastikan kepada rakyatnya bantuan sedang dalam perjalan untuk dimanfaatkan.

    Bantuan akan diberikan kepada setiap warga AS senilai USD1.400 dan USD350 miliar dialokasikan untuk pemerintah negara bagian dan lokal. Sedangkan USD130 miliar diarahkan untuk mendukung kegiatan pendidikan. Selanjutnya dana sebesar USD49 miliar dialokasikan untuk pengujian dan penelitian vaksin covid-19 yang akan diperluas dan USD14 miliar sisanya untuk distribusi vaksin.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id