Indika Energy Catat Pendapatan USD2,07 Miliar

    Annisa ayu artanti - 06 April 2021 13:32 WIB
    Indika Energy Catat Pendapatan USD2,07 Miliar
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani



    Jakarta: PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatat pendapatan sepanjang 2020 sebesar USD2,07 miliar atau turun 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar USD2,78 miliar.

    Berdasarkan keterangan tertulis perseoran yang dikutip Medcom.id, Selasa, 6 April 2021, dijelaskan penurunan pendapatan yang disebabkan oleh menurunnya pendapatan Kideco Jaya Agung (Kideco) sebesar 20,6 persen.






    Penurunan pendapatan Kideco dipicu oleh harga jual batu bara rata-rata yang menurun sebesar 16,1 persen dari USD45,1 menjadi USD37,8 per ton pada 2020, dan volume penjualan yang juga berkurang sebesar 5,4 persen dari 34,9 juta ton menjadi 33,0 juta ton.

    Tak hanya itu, anak usaha lainnya seperti Petrosea juga mencatat penurunan pendapatan sebesar 28,5 persen dari USD476,4 juta pada 2019 menjadi USD340,7 juta karena berkurangnya pendapatan dari kontrak pertambangan, Engineering and Construction, dan logistic & Support Services.

    Lalu, kinerja Mitra Bahtera Segara Sejati (MBSS) juga mencatat penurunan Pendapatan sebesar 29,5 persen dari USD77,8 juta menjadi USD54,9 juta pada 2020 karena menurunnya harga jual dan volume barging dan transhipment.

    Sementara itu, Tripatra mencatat penurunan pendapatan sebesar 35,2 persen dari USD462,3 juta menjadi USD299,4 juta karena berkurangnya pendapatan dari proyek BP Tangguh dan proyek Emily, serta sudah terlaksananya proyek Vopak pada 2019.

    Dari kinerja tersebut INDY mencatat laba kotor pada 2020 turun 40,5 persen dari USD426,7 juta menjadi USD253,9 juta. Laba usaha juga turun sebesar 60 persen dari USD289,5 juta menjadi USD115,9 juta.

    Sedangkan pos beban mengalami peningkatan. Beban penjualan, umum dan administrasi tercatat meningkat 0,6 persen dari USD137,2 juta menjadi USD138,0 juta. Beban keuangan juga meningkat sebesar 9,2 persen dari USD109,5 juta menjadi USD119,5 juta pada 2020.

    Alhasil, perseroan membukukan rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD117,5 juta. Capaian tersebut terbalik dibandingkan rugi bersih sebesar USD18,2 juta pada tahun sebelumnya.

    Pada akhir 2020, posisi kas, setara kas, dan aset keuangan lain perseroan mencapai USD792,1 juta. Sementara itu, realisasi biaya modal (capital expenditure) pada 2020 adalah sebesar USD84,2 juta.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id