BSI Pimpin Sindikasi Proyek Preservasi Jalintim Sumatra Senilai Rp644 Miliar

    Angga Bratadharma - 23 Februari 2021 09:45 WIB
    BSI Pimpin Sindikasi Proyek Preservasi Jalintim Sumatra Senilai Rp644 Miliar
    Direktur Utama BSI Hery Gunardi. FOTO Bank Syariah Indonesia



    Jakarta: PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk pertama kalinya memimpin pembiayaan sindikasi pembangunan infrastruktur Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim) di Provinsi Sumatra Selatan senilai Rp644,76 miliar. Dari total plafon pembiayaan sindikasi, porsi BSI sebesar Rp248 miliar.

    Pembiayaan sindikasi ini dikucurkan BSI bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Bank Panin Dubai Syariah kepada PT Jalintim Adhi Abipraya. Porsi pembiayaan SMI dan Bank Panin Dubai Syariah masing-masing Rp248 miliar dan Rp148,76 miliar. Dalam pembiayaan sindikasi, BSI berperan sebagai mandated lead arranger, agen fasilitas, agen jaminan, dan agen escrow.




    Pinjaman bertenor 10 tahun ini akan digunakan untuk pembangunan Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra di Provinsi Sumatra Selatan sepanjang 29,87 km berikut jembatan dan fasilitas unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor.

    Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi mengatakan sindikasi ini merupakan debut pertama usai merger di awal Februari. Ia mengaku BSI siap mengemban amanah untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dan selalu berkomitmen mendukung pengembangan infrastruktur untuk mendorong roda ekonomi Tanah Air.

    "Alhamdulillah Bank Syariah Indonesia menjadi bagian dalam sejarah pemberian fasilitas Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Fasilitas ini merupakan yang pertama kalinya menggunakan transaksi syariah," tegas Hery, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 23 Februari 2021.

    Akad yang digunakan adalah Ijarah Muntahiyah bitTamlik, yaitu transaksi sewa manfaat atas suatu objek dengan pengalihan kepemilikan di akhir periode sewa. Preservasi Jalintim Sumsel merupakan kerja sama pemerintah dengan badan usaha pertama di sektor jalan non-tol di Indonesia. Adapun PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia berperan sebagai lembaga penjamin.

    "Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang positif dan memberikan kemaslahatan bagi masyarakat. Pasalnya, proyek ini dapat mempersingkat waktu tempuh kendaraan, sehingga berdampak kepada penurunan harga barang, peningkatan pendapatan masyarakat, serta berkurangnya polusi udara," tambah kata Hery.

    Ruas jalan yang dipreservasi dalam proyek ini meliputi Jalan Srijaya Raya (6,3 km), Jalan Mayjen Yusuf Singadekane (5,2 km), Jalan Letjen H. alamsyah Ratu Perwiranegara (3,15 km), Jalan Soekarno-Hatta (8,32 km), Jalan Akses Terminal Alang-alang Lebar (empat km) ,dan Jalan Sultan mahmud Badarudin II (2,9 km).

    Ruas Jalintim ini juga kan dilengkapi dua buah unit pelaksana penimbangan kendaraan bermotor. Hery menambahkan pembiayaan sindikasi merupakan salah satu strategi dalam meningkatkan pembiayaan wholesale. Selain proyek infrastruktur, pada tahun ini, BSI akan aktif menyalurkan sindikasi ke sektor energi.
     
    Sampai Desember 2020, pembiayaan wholesale Bank Syariah Indonesia tercatat sebesar Rp48,03 triliun. Pada akhir 2021, Bank Syariah Indonesia menargetkan pertumbuhan pembiayaan wholesale sebesar 4-6 persen secara tahunan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id