Pengetatan PSBB Bikin Rupiah Terjegal

    Husen Miftahudin - 07 Januari 2021 18:41 WIB
    Pengetatan PSBB Bikin Rupiah Terjegal
    Ilustrasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - - Foto: dok MI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terjegal ganasnya kedigdayaan dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini. Hal ini imbas kebijakan pemerintah yang memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di wilayah Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.
     
    "Pengetatan PSBB dikarenakan penyebaran pandemi covid-19 yang terus meningkat, terutama di Jawa dan Bali sehingga perlu ada pengawasan khusus. Secara bersamaan pemerintah juga menyiapkan vaksinasi kepada masyarakat yang rencananya dimulai pada pertengahan Januari 2021," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Kamis, 7 Januari 2021.

    Ibrahim melanjutkan pelaksanaan vaksinasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepercayaan masyarakat yang terkikis lantaran terpuruknya perekonomian akibat pandemi. Terpenting, tegasnya, pemerintah memperhatikan dua hal.

    "Pemerintah harus memperhatikan kebutuhan masyarakat, yang utama adalah kesehatan. Kemudian kedua pemerintah hadir untuk menjaga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat," ucap Ibrahim.

    Menurutnya, pengetatan PSBB yang dilakukan pemerintah dan juga berbagai negara di dunia bertujuan untuk mengendalikan pandemi covid-19. Namun Ibrahim mengingatkan bahwa kebijakan ini juga bisa berpengaruh fatal terhadap konsumsi masyarakat yang berujung terhadap pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini yang kemungkinan masih terkontraksi di kisaran minus satu hingga minus dua persen.

    "Artinya, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang digadang-gadang oleh pemerintah sebesar lima persen kemungkinan tidak akan tercapai, dan pemerintah kemungkinan akan merevisi pertumbuhan ekonominya di kuartal pertama," ungkap dia.

    Saat ini Indonesia masih masuk dalam fase resesi lantaran pertumbuhan ekonomi domestik pada dua kuartal berturut-turut di 2020 mengalami kontraksi. Sejumlah pengamat optimistis 2020 ini akan menjadi tahun pemulihan ekonomi karena telah ditemukannya vaksin yang diyakini mampu mengendalikan pandemi.

    Namun pada kenyataannya penyebaran pandemi covid-19 di Indonesia semakin meningkat. Bahkan, sudah berkembang varian baru covid-19 yang penyebarannya lebih cepat dan tidak bisa terkendali.

    "Ini semua di luar prediksi sehingga pemerintah harus lebih sigap lagi dalam penanganan covid-19, dan 2021 adalah tahun tersibuk bagi pemerintah untuk mengatasi covid-19, serta menstabilkan ekonomi dari serangan covid-19 dan variannya," pungkas Ibrahim.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id