Marak Produk Asuransi Bodong, OJK Diminta Perketat Perlindungan Konsumen

    Antara - 17 April 2021 19:00 WIB
    Marak Produk Asuransi Bodong, OJK Diminta Perketat Perlindungan Konsumen
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) - - Foto: MI/ Ramdani



    Jakarta: Pengamat asuransi Irvan Rahardjo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak melupakan fungsinya dalam memberikan perlindungan bagi konsumen. Hal ini menyusul maraknya laporan pengaduan terkait produk asuransi.

    Irvan mengingatkan tiga fungsi utama OJK yaitu pengaturan, pengawasan, dan perlindungan. Namun, fungsi perlindungan dinilai masih kerap terlupakan.






    "Ini yang sering terlupakan, fungsi perlindungan konsumen ini. Ada fasilitas mediasi, ada fasilitas penyelesaian sengketa, tapi pada kenyataannya sikap OJK yang bisa memberikan ketenangan ke nasabah itu yang belum nampak," katanya dikutip dari Antara, Sabtu, 17 April 2021.

    Menurut Irvan, dibutuhkan keberpihakan regulator terhadap kepentingan konsumen dalam industri asuransi. Terlebih, industri asuransi merupakan industri yang berorientasi pada penjualan. Maka tidak heran jika banyak asuransi yang berusaha untuk menjual sebanyak-banyaknya produk mereka dengan berbagai cara.

    "Tapi di lain pihak, nasabah sangat terbatas pengetahuannya. Di sini kita lihat ada asimetris information, dalam arti nasabah tidak banyak mengetahui informasi yang seharusnya diberikan dan diketahui tapi agen tidak mengungkapkan sepenuhnya apa yang jadi risiko bagi nasabah," tambahnya.

    Lebih lanjut, Irvan mengingatkan agar OJK meningkatkan pengawasannya untuk bisa menertibkan praktik-praktik agen asuransi nakal. Hal tersebut sesuai dengan amanat UU Asuransi bahwa ketentuan, tata cara dan praktik keagenan harus diatur oleh OJK.

    "Tapi sampai sekarang belum dilakukan. Yang ada adalah pengaturan oleh asosiasi terhadap agen-agen yang nakal. Tapi, timbul masalah juga karena umumnya agen berprestasi juga banyak beri sumbangan kepada perusahaan sehingga akan sulit bagi mereka untuk menindak agen karena pada saat yang sama agen juga jadi tulang punggung perusahaan asuransi," katanya.

    Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa jumlah pengaduan konsumen industri asuransi terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan menduduki urutan kedua untuk jumlah pengaduan konsumen tertinggi.

    "Pengaduan dari masyarakat terhadap industri asuransi meningkat yang didominasi ketidaksesuaian penjualan (mis-selling), terutama terkait produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit-linked oleh agen atau tenaga pemasar produk asuransi," kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Agus Fajri Zam.


    Secara rinci, OJK mencatat sepanjang 2019 ada sebanyak 360 pengaduan, kemudian pada 2020 meningkat menjadi 593 pengaduan, dan hingga triwulan I-2021 telah mencapai 273 aduan.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id