Kurs Rupiah Pagi Dibuka Lesu di Rp14.619/USD

    Angga Bratadharma - 16 April 2021 09:44 WIB
    Kurs Rupiah Pagi Dibuka Lesu di Rp14.619/USD
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terpantau melemah tipis ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.615 per USD. Mata uang Garuda masih belum berhasil membungkam keperkasaan mata uang Paman Sam meski imbal hasil obligasi AS tengah tertekan.

    Mengutip Bloomberg, Jumat, 16 April 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka tertekan ke level Rp14.619 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.610 hingga Rp14.620 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.425 per USD.






    Sementara itu, indeks dolar sedikit berubah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Investor menyeimbangkan data ekonomi bullish yang menunjukkan penjualan ritel AS naik paling tinggi dalam 10 bulan pada Maret terhadap penurunan lanjutan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS.

    Departemen Perdagangan mengatakan penjualan ritel meningkat 9,8 persen pada bulan lalu, mengalahkan ekspektasi para ekonom untuk kenaikan 5,9 persen.

    Sebuah laporan terpisah juga menunjukkan klaim awal untuk tunjangan pengangguran jatuh minggu lalu ke level terendah sejak Maret 2020, ketika penutupan wajib bisnis yang tidak penting diberlakukan untuk memperlambat penyebaran gelombang pertama covid-19.

    "Ini adalah satu-dua pukulan dari data yang sangat positif," kata Analis Pasar Senior Oanda, Edward Moya, di New York.

    Penguatan dolar dibatasi karena imbal hasil obligasi pemerintah turun ke posisi terendah satu bulan, mengurangi daya tarik relatif mata uang AS. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, pada Kamis pagi waktu setempat mencapai level terendah satu bulan di 91,487, sebelum rebound menjadi 91,608, tidak berubah pada hari itu.


    Euro turun tipis 0,04 persen menjadi 1,1975 dolar AS. Mata uang tunggal mencapai tertinggi enam minggu di 1,1994 dolar AS pada Kamis pagi. Greenback turun 0,23 persen menjadi 108,65 yen Jepang dan dolar Australia, proksi untuk sentimen risiko global, menguat 0,42 persen menjadi 0,7755 dolar AS.

    Dolar telah melemah bulan ini karena imbal hasil obligasi pemerintah stabil di bawah level tertinggi satu tahun yang dicapai bulan lalu. Imbal hasil turun ketika Fed menegaskan kembali komitmennya untuk menahan suku bunga mendekati nol di tahun-tahun mendatang, dan karena beberapa kekhawatiran bahwa kenaikan inflasi baru-baru ini akan bersifat sementara.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id