Bank Permata Raup Laba Bersih Rp639 Miliar di Semester I-2021

    Annisa ayu artanti - 14 September 2021 19:12 WIB
    Bank Permata Raup Laba Bersih Rp639 Miliar di Semester I-2021
    Bank Permata. Foto : MI.



    Jakarta: PT Bank Permata Tbk (BNLI) terus menjaga momentum peningkatan kinerja yang solid di tengah pandemi covid-19 yang masih berlanjut dan membayangi pemulihan perekonomian domestik dan global. Pada semester I-2021, perusahaan berhasil meraup laba bersih sebanyak Rp639 miliar atau tumbuh 74,3 persen (yoy).

    "Hal ini juga sejalan dengan pertumbuhan kredit dan juga pertumbuhan aset sehingga kita sekarang membukukan total aset sebesar Rp213 triliun. Oleh karenanya, sekarang kita menjadi bank terbesar ketujuh dari top ten bank yang ada di Indonesia," ucap Direktur Keuangan Bank Permata Lea Kusumawijaya dalam konferensi pers virtual, Selasa, 14 September 2021.

     



    Selain itu, Bank Permata juga meraup pendapatan operasional sebesar Rp6,04 triliun atau mengalami kenaikan sebanyak 19 persen (yoy) di semester I-2021. Manajemen optimistis kinerja perseroan akan tumbuh hingga akhir tahun.

    Dari sisi likuiditas dan permodalan, Lea menuturkan bahwa posisinya sangat kuat dimana total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai sebanyak Rp155,6 triliun atau tumbuh 25 persen (yoy).

    Pertumbuhan permodalan perseroan disumbang oleh CASA, tabungan, dan giro yang mencapai sebesar Rp80,3 triliun atau tumbuh 24 persen (yoy) serta deposito sebesar Rp75,3 triliun atau naik 26 persen (yoy).

    Menurut Lea, Bank Permata memiliki rasio permodalan yang kuat atau mungkin yang terkuat di antara bank dari Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV dengan rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 35,5 persen.

    "Tentunya fundamental yang sangat kuat ini yang menjadi modal utama kami untuk terus melakukan dan merealisasikan rencana strategis bisnis, baik itu dari retail banking, wholesale banking, syariah banking, untuk menumbuhkan skala dari bisnis itu atau menumbuhkan jumlah nasabah baik itu dari berbagai segmen, baik dari segmen ritel, SMI (Small Medium Enterprise), commercial, ataupun corporate," papar dia.

    Lea bilang kekuatan modal yang mencukupi akan dapat meningkatkan kinerja bisnis perseroan. Selain itu, perusahaan juga akan memaksimalkan layanan digital untuk menambah jumlah nasabah.

    "Tentunya hal tersebut juga ditunjang dengan kapabilitas digital yang cukup kuat dan mungkin salah satu yang menjadi favorit di Indonesia saat ini karena inovasi-inovasi terus menerus dilakukan," pungkas Lea.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id