Indef: 4.501 Jenis Uang Kripto Beredar di Dunia

    Husen Miftahudin - 24 Juni 2021 22:10 WIB
    Indef: 4.501 Jenis Uang Kripto Beredar di Dunia
    Ilustrasi jenis aset kripto - - Foto: dok Antara



    Jakarta: Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Iman Sugema menyebutkan mata uang kripto yang beredar di dunia hingga Februari 2021 mencapai sebanyak 4.501 jenis. Jumlah tersebut meningkat signifikan bila dibandingkan posisi November 2019 sebanyak 2.817 jenis mata uang kripto yang beredar.

    "Sekarang itu penerbitnya (jenis mata uang kripto) itu ada sekitar 4.501. Jumlah ini meningkat dari tahun 2019 ke 2021, peningkatannya ini sangat tajam," ucap Iman dalam Diskusi Publik 'Plus-Minus Investasi Aset Kripto' yang digelar secara virtual, Kamis, 24 Juni 2021.

     



    Saat mendapat perhatian dunia pada 2013, jenis mata uang kripto hanya sebanyak 66, termasuk bitcoin. Angka ini kemudian mengalami kenaikan menjadi 506 jenis pada 2014, 562 jenis setahun setelahnya, 644 jenis pada 2016, kemudian melonjak menjadi 1.335 jenis pada 2017, dan naik lagi menjadi 1.658 jenis mata uang kripto pada Maret 2018.

    Meroketnya jumlah jenis mata uang kripto yang beredar di dunia ini berbanding terbalik dengan jumlah mata uang fiat (mata uang kertas dan logam). Hingga saat ini, jumlah mata uang fiat yang beredar di dunia hanya sekitar 120 jenis.

    "Jumlah mata uang di dunia, fiat money, itu hanya sekitar 120-an, itu terjadi sejak lama. Sekarang dalam jangka waktu yang singkat setelah terbit pertama kali uang kripto yaitu bitcoin, sekarang tiba-tiba ada 4.501 issuers," paparnya.

    Adapun jenis kripto yang paling banyak diperjualbelikan adalah bitcoin, kemudian ethereum dan ripple. Lalu di 2020 ada fenomena dogecoin yang harganya melesat dalam waktu yang singkat.

    "Sejauh ini yang paling banyak mendapatkan peminat adalah bitcoin. Jadi bitcoin memegang pangsa pasar sampai sekarang. Kalau dulu 86 persen, sekarang 66 persen, tetapi dengan value yang jauh lebih tinggi," sebut Iman.

    Melihat perkembangan tersebut lantaran sifat mata uang kripto terdesentralisasi, ia meminta agar pemerintah menyiapkan regulasi. Hal ini diperlukan agar mata uang kripto tidak disalahgunakan untuk investasi spekulatif dan penipuan.

    "Ini saya pikir kelak ke depan harus ada regulasi yang lebih ketat sehingga kemudian tidak menjadi operasi penipuan. Sayang sekali kalau keunggulan teknologi (pada mata uang kripto) hanya digunakan untuk spekulasi dan penipuan," pungkas Iman

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id