BI Harap Digitalisasi Mampu Bangkitkan Aktivitas Ekonomi

    Husen Miftahudin - 24 Juni 2020 19:02 WIB
    BI Harap Digitalisasi Mampu Bangkitkan Aktivitas Ekonomi
    Bank Indonesia (BI). Foto : MI/Usman Iskandar.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) mendorong akselerasi digitalisasi di semua sektor bisnis, terlebih di tengah pandemi covid-19. Kemampuan adaptasi masyarakat menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk membangkitakan kembali aktivitas ekonomi domestik di era kenormalan baru (new normal).

    "Kita punya harapan karena ada potensi besar terhadap digitalisasi. Dengan digitalisasi kita yakin kita bisa mengatasi hal itu," kata Asisten Gubernur, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta dalam Webinar Smesco di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurut Filianingsih, pandemi covid-19 telah mengganggu pertumbuhan ekonomi global dan domestik. Virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut juga telah menginfeksi perekonomian dalam negeri yang pada kuartal I-2020 realisasinya jeblok ke 2,97 persen.

    Sejumlah lembaga internasional bahkan meramal ekonomi Indonesia sepanjang 2020 ini hanya akan tumbuh di kisaran 0,5 persen hingga 3,5 persen. Angka ini jauh dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang dalam tiga tahun terakhir tumbuh di kisaran lima persen.

    "Kalau kita lihat proyeksi pertumbuhan di 2020, itu kita harus bersyukur Indonesia masih positif dibandingkan dengan negara lain. Di dunia hanya ada empat negara yang pertumbuhan ekonominya masih positif," paparnya.

    Namun demikian ekonomi RI pada 2021 mendatang diramal tumbuh signifikan. Bahkan Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun depan bisa tumbuh hingga 8,2 persen.

    "Kalau kita lihat di 2021 malah lebih bagus, ada harapan di situ. Jadi artinya di sini kita lihat digitalisasi ini diharapkan menjadi sumber pertumbuhan," tegasnya.

    Filianingsih menilai percepatan penerapan digitalisasi mampu meningkatkan aktivitas perekonomian dalam negeri. Dengan begitu, total produktivitas perekonomian nasional akan meningkat signifikan.

    Hal ini lantaran Indonesia memiliki potensi besar di dunia internet. Filianingsih menyebutkan akses internet masyarakat Indonesia mencapai 180 juta pengguna. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara keempat terbesar di dunia sebagai pengguna internet terbanyak.

    Tak hanya itu, pengguna aktif internet di Indonesia juga mencapai 80 persen. Kemudian sebanyak 58 persen merupakan pengguna layanan daring (online), dan 36 persen pengguna aktif berbelanja daring (e-commerce).

    "Kita juga punya bonus demografi yang sangat besar dan mampu meng-absorb digitalisasi. Didukung dengan potensi yang ada dan digitalisasi, kita harapkan ini bisa mempercepat produktivitas dan juga bisa meningkatkan inklusi, baik inklusi keuangan maupun inklusi ekonomi sehingga diharapkan ini bisa me-rebound aktivitas ekonomi kita," tutup Filianingsih.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id