Dana Asing Minggat Rp620 Miliar Selama Sepekan

    Husen Miftahudin - 25 September 2020 21:05 WIB
    Dana Asing Minggat Rp620 Miliar Selama Sepekan
    Ilustrasi capital outflow - - Foto: Antara/ Rosa Panggabean
    Jakarta: Investor asing (nonresiden) masih enggan menanamkan modalnya di pasar keuangan domestik. Hal ini terlihat dari data transaksi selama sepekan, 21-24 September 2020 yang dilaporkan Bank Indonesia (BI) bahwa nonresiden di pasar keuangan domestik melakukan aksi jual neto (capital outflow) sebesar Rp620 miliar.
     
    Minggatnya modal asing dari pasar keuangan domestik lantaran besarnya jual neto di pasar saham sebanyak Rp1,68 triliun. Sementara di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing justru memborong investasi dengan melakukan aksi beli neto (capital inflow) sebesar Rp1,06 triliun.

    "Berdasarkan data setelmen selama 2020 (ytd), nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp167,44 triliun," ungkap Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko yang tertuang dalam perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 25 September 2020.

    Adapun premi risiko atau credit default swap (CDS) Indonesia lima tahun naik ke 116,04 bps per 24 September 2020 dari 91,55 bps per 18 September 2020. CDS merupakan indikator untuk mengetahui risiko berinvestasi di SBN.

    Semakin besar skor CDS, maka risiko berinvestasi di SBN juga semakin tinggi. Sebaliknya, jika skor semakin kecil, maka risiko investasinya juga semakin rendah.

    Meski demikian, minggatnya dana asing di pasar keuangan RI justru berbanding terbalik dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Mata uang Garuda tersebut mengalami penguatan.

    Pada pembukaan perdagangan pagi hari ini, rupiah berada di posisi Rp14.840 per USD, menguat bila dibandingkan dengan penutupan perdagangan Kamis, 24 September 2020 di level Rp14.845 per USD.

    Hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini nilai tukar rupiah masih mengalami penguatan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup menguat ke posisi Rp14.872 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.890 per USD.
     
     

    Mata uang Garuda tersebut menguat 17 poin atau setara 0,12 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.872 per USD sampai Rp14.918 per USD.

    Namun menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.900 per USD. Rupiah melemah signifikan sebanyak 120 poin atau setara 0,81 persen, dari Rp14.780 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.951 per USD atau melemah tipis dua poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.949 per USD.

    Bank Indonesia memastikan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

    "Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," tutup Onny. 

    (Des)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id