BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat Tipis

    Husen Miftahudin - 17 September 2020 18:44 WIB
    BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Menguat Tipis
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di level 4,0 persen diapresiasi pelaku pasar. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pun mengalami penguatan meski tipis.

    "Keputusan mempertahankan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan yang berpotensi masih terjadi di pasar keuangan. Namun tidak hanya suku bunga, BI juga mengumumkan bakal menempuh langkah-langkah lanjutan," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya kepada Medcom.id, Kamis, 17 September 2020.

    Sementara itu ketidakpastian ekonomi akibat meningkatnya kasus covid-19 bakal menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia. Apalagi kasus tertinggi di Indonesia terjadi di DKI Jakarta yang merupakan pusat perekonomian nasional dan menyumbang 18 persen ekonomi RI.

    "Akibat dari meningkatnya kasus covid-19 tersebut maka Pemerintah DKI Jakarta kembali memperketat Pembatasan Sosial Berskala Besar sejak Senin, 11 September 2020 yang sebelumnya sudah memasuki PSBB Transisi," paparnya.

    Di samping itu, lanjut Ibrahim, pasar juga terus mengawasi Badan Legislasi (Baleg) yang sedang melanjutkan pembahasan RUU Bank Indonesia (BI). Dalam revisi ini ada beberapa pasal yang dihapus dan juga ditambahkan.

    Salah satunya, BI adalah lembaga negara yang independen yang berkoordinasi dengan pemerintah dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-Undang ini.

    "Di UU sebelumnya berisi, BI adalah lembaga negara yang independen dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah dan/atau pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam Undang-undang ini," ucap Ibrahim.

    Dalam perdagangan hari ini nilai tukar rupiah ditutup bervariasi. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat ke posisi Rp14.832 per USD dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.843 per USD.

    Mata uang Garuda tersebut menguat tipis sebanyak 10 poin atau setara 0,07 persen. Sedangkan rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.795 per USD sampai Rp14.859 per USD.

    Menukil data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.848 per USD. Rupiah justru mengalami pelemahan sebesar tujuh poin atau setara 0,05 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp14.841 per USD.

    Sementara berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.878 per USD atau melemah sebanyak 34 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.844 per USD.

    "Dalam perdagangan akhir pekan besok mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuatif dan ditutup menguat tipis antara 5-20 poin di level Rp14.800 per USD hingga Rp14.870 per USD," tutup Ibrahim. 

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id