BEI Optimistis Pasar Modal Syariah Berpotensi Mendorong Perekonomian

    Eko Nordiansyah - 30 November 2020 12:55 WIB
    BEI Optimistis Pasar Modal Syariah Berpotensi Mendorong Perekonomian
    BEI. Foto : Medcom.id.
    Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku optimistis bahwa pasar modal syariah memiliki potensi dalam mendorong perekonomian Indonesia. Apalagi saat ini kontribusi total aset pasar modal syariah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sudah cukup besar.

    Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengatakan potensi tersebut didukung pula dengan Indonesia sebagai negara populasi penduduk muslim terbesar. Oleh karena itu ia menilai bahwa potensi tersebut bisa dimanfaatkan untuk mendorong pasar modal syariah.

    Pada 2019, Inarno menyebut total aset pasar modal syariah mencapai 29 persen dari PDB nasional. Sementara itu, kontribusi kapitalisasi saham syariah terhadap PDB pada tahun lalu mencapai 24 persen.

    "Kami yakin kontribusi tersebut terhadap PDB ke depannya akan jauh meningkat secara gradual. Pasar modal syariah perkembangannya cukup bagus dan naik secara signifikan," kata dia dalam webinar di Jakarta, Senin, 30 November 2020.

    Ia menambahkan saat ini pasar modal syariah sebenarnya sudah cukup mendominasi pasar modal Indonesia. Untuk itu, BEI akan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk menyeleksi saham syariah.

    "Saat ini ada 451 saham syariah di BEI dari total 708 efek yang tercatat di BEI. Adapun kapitalisasi pasar saham syariah mencapai 51 persen atau sejumlah Rp3.302 triliun dari total Rp6.475 triliun kapitalisasi pasar secara keseluruhan," jelas dia.

    Sementara itu, transaksi saham syariah per tahunnya mencapai 61 persen dari total transaksi di BEI. Jumlah investor saham syariah juga tumbuh secara konsisten, yang per Oktober 2020 tercatat sebanyak 81.413 investor dengan rerata pertumbuhan per tahun 63 persen.

    Akumulasi transaksi investor syariah juga meningkat cukup signifikan. Per Oktober 2020, nilai transaksi harian mencapai Rp3,6 triliun. Frekuensi transaksi juga meningkat cukup besar menjadi 1,28 juta kali dibanding tahun lalu sebanyak 992 ribu kali pada Oktober 2020.

    "Kami optimistis pasar modal syariah dapat berkembang lebih baik dan unggul di kancah global seiring dengan potensi yang sangat besar serta diikuti serangkaian implementasi strategi dan langkah taktis pemerintah, OJK, SRO dan seluruh stakeholder pasar modal syariah," pungkas dia.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id