Mudik Dilarang, Asosiasi Fintech Sarankan Kelola Dana THR Secara Bijak

    Annisa ayu artanti - 05 Mei 2021 19:04 WIB
    Mudik Dilarang, Asosiasi <i>Fintech</i> Sarankan Kelola Dana THR Secara Bijak
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengimbau masyarakat untuk dapat mengelola dengan bijak Tunjangan Hari Raya (THR) yang telah diperoleh. Khususnya, disaat pemerintah kembali melarang mudik untuk memutus penularan rantai virus covid-19.

    "AFPI menyarankan agar masyarakat dapat menggunakan dana THR untuk mengalokasikan THR tersebut dari pembiayaan konsumtif menjadi pembiayaan produktif, melunasi utang, berbagi (zakat) dan lain sebagainya," kata Direktur Eksekutif AFPI Kuseryansyah dalam keterangan tertulis, Rabu, 5 Mei 2021.

     



    AFPI menilai Ramadan 2021 merupakan kesempatan dan peluang baik bagi masyarakat untuk menjadi pelaku fintech pendanaan (lender) dengan memanfaatkan THR dan kondisi yang terjadi saat ini.

    Sesuai bukti yang telah direkap, pengajuan pinjaman konsumtif ternyata sering digunakan para peminjam untuk pembiayaan produktif. Sehingga yang terjadi di Indonesia adalah jumlah pendanaan di sektor produktif mencapai kurang lebih 50-55 persen, dengan perbandingan yang hampir 50:50.

    Oleh karena itu, ia menekankan untuk mengalokasikan dana THR untuk pendanaan-pendanaan yang lebih bermanfaat atau dialokasikan untuk investasi.

    "Dengan adanya larangan mudik tahun 2021 ini, industri fintech pendanaan memiliki tantangan tersendiri untuk dapat mengajak masyarakat memanfaatkan produk-produk pada platform fintech pendanaan untuk pengelolaan THR tahun 2021 ini," ujarnya.

    CEO Akseleran Ivan Tambunan juga tak menampik bahwa volume peminjaman mengalami peningkatan selama Ramadan. Hal itu disebabkan konsumsi masyarakat meningkat.

    Ia dan anggota AFPI lainnya mewaspadai adanya peningkatan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) setelah Lebaran. Adapun bentuk antisipasi yang dilakukan AFPI untuk memperkecil kemungkinan gagal bayar ini adalah dengan melakukan assesment yang lebih ketat.

    "AFPI menganjurkan masyarakat untuk lebih bijak lagi dalam melakukan peminjaman di hari raya ini, sehingga tidak terjadi kebiasaan boros hingga gagal bayar di kemudian hari," kata Ivan.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id