Wapres Harap Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Syariah Skala Mikro

    Husen Miftahudin - 22 Oktober 2020 15:35 WIB
    Wapres Harap Pesantren Jadi Pusat Pemberdayaan Ekonomi Syariah Skala Mikro
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi
    Jakarta: Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin berharap pesantren menjadi pusat pemberdayaan ekonomi kerakyatan, selain peran utamanya sebagai pusat pendidikan keagamaan dan dakwah Islam. Ma'ruf ingin 28 ribu pesantren yang ada di Indonesia dapat mendorong pembangunan lembaga pinjaman keuangan berbasis syariah.

    "Karena itu di pesantren-pesantren, bangunlah Bank Wakaf Mikro (BWM). Kita juga dorong supaya para pesantren membangun Baitul Maal wa Tamwil (BMT) untuk bisa memberdayakan masyarakat," ujar Ma'ruf dalam Hari Santri 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2020.

    Menurutnya, lembaga pembiayaan keuangan berbasis syariah skala ultra mikro ini dapat menjadi penyalur (channeling) pemberian pinjaman dari bank-bank syariah dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM) kepada masyarakat.

    "Oleh karena itu saya berharap semua pesantren, kalau bisa 28 ribu pesantren yang ada di Indonesia ini bisa membangun BMT agar nantinya bisa memperoleh pembiayaan dari bank syariah dan LPDB yang ada di Kementerian Koperasi," paparnya.

    Ma'ruf juga menginginkan agar pesantren menjadi pusat pengembangan ekonomi syariah. Salah satu program yang didorong pemerintah terkait hal ini adalah program One Pesantren One Product (OPOP).

    Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian umat melalui para santri, masyarakat, dan pondok pesantren itu sendiri agar mampu mandiri secara ekonomi dan sosial. OPOP juga dapat memacu pengembangan keahlian, teknologi produksi, distribusi, dan pemasaran melalui pendekatan inovatif dan strategis.

    "Saya mengapresiasi adanya pesantren-pesantren yang sudah memulai. Saya berharap apa yang sudah dilakukan pesantren-pesantren tersebut dapat menjadi role model (panutan) yang nantinya bisa dikembangkan, dicontoh, direplikasi oleh pesantren-pesantren yang lain," ungkap Ma'ruf.

    Soal ini, pemerintah berkomitmen kuat untuk meningkatkan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah secara nasional dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Komite ini bertujuan untuk mengakselerasi dan memperluas gerakan ekonomi keuangan syariah di Tanah Air.

    "Ada empat sasaran KNEKS ini, yaitu pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan syariah, pengemb sosial fund, serta pengembangan usaha dan bisnis syariah," pungkas Ma'ruf.  
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id