comscore

IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini

Angga Bratadharma - 02 Juni 2022 09:47 WIB
IHSG Diperkirakan Melemah Hari Ini
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak melemah sejalan minimnya katalis positif baik dari dalam maupun luar negeri. Para investor harus waspada tetapi tetap perlu cermat untuk mengakumulasi sejumlah saham yang terdiskon untuk nantinya mendapat keuntungan saat indeks menguat.

"Pagi ini pasar regional dibuka merah dengan Nikkei melemah 0,6 persen dan Kospi minus 0,9 persen. Dengan tekanan dari sentimen negatif bursa global dan regional, hari ini IHSG kami perkirakan bergerak melemah," kata Samuel Research Team, dalam riset hariannya, Kamis, 2 Juni 2022.
Sementara itu, tiga indeks utama Wall Street melemah pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena investor bertaruh data ekonomi terbaru tidak akan melakukan apa pun untuk mendorong Federal Reserve keluar jalur dari siklus kenaikan suku bunga agresif yang bertujuan menjinakkan inflasi.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 176,89 poin atau 0,54 persen menjadi 32.813,23. Indeks S&P 500 turun 30,92 poin atau 0,75 persen menjadi 4.101,23. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 86,93 poin atau 0,72 persen menjadi 11.994,46.

Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan dan perawatan kesehatan masing-masing tergelincir 1,67 persen dan 1,42 persen, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor energi naik 1,76 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

Data menunjukkan lowongan pekerjaan AS turun pada April, namun mereka tetap pada level tinggi, menunjukkan kenaikan upah yang berkelanjutan berkontribusi pada inflasi yang sangat tinggi karena perusahaan berebut pekerja.

Aktivitas manufaktur AS juga meningkat lebih cepat dari yang diperkirakan pada Mei karena permintaan barang tetap kuat, meredakan kekhawatiran tentang resesi yang akan segera terjadi.

Seiring dengan data tersebut, investor memantau komentar publik dari beberapa pejabat Fed pada Rabu, 1 Juni. Dan laporan Fed menunjukkan ekonomi di sebagian besar wilayah AS berkembang pada kecepatan sedang atau moderat dari April hingga akhir Mei dengan tanda-tanda upaya Fed untuk mendinginkan permintaan sedang dirasakan.

Tetapi ahli strategi mengatakan mereka memperkirakan pasar akan diperdagangkan secara kasar bergerak menyamping sampai inflasi melambat sejauh investor secara realistis dapat bertaruh pada jeda kenaikan suku bunga.

"Kecuali dan sampai kita mendapatkan pergerakan inflasi yang berkelanjutan lebih rendah, kita tidak dapat menempatkan gagasan jeda dipertimbangkan," kata ahli strategi investasi senior di Edward Jones, Mona Mahajan, yang akan memantau dengan cermat laporan pekerjaan Mei.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id