comscore

Bos OJK: Restrukturisasi Kredit Perbankan Melandai Jadi Rp663 Triliun

Husen Miftahudin - 27 Januari 2022 16:46 WIB
Bos OJK: Restrukturisasi Kredit Perbankan Melandai Jadi Rp663 Triliun
OJK. Foto : MI/Ramdani.
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyampaikan tren restrukturisasi kredit perbankan terus mengalami penurunan. Hal ini sejalan dengan perbaikan ekonomi nasional.

Per Desember 2021, kredit restrukturisasi covid-19 turun menjadi Rp663,49 triliun terhadap empat juta debitur. Jumlah tersebut turun signifikan dibandingkan angka tertingginya yang sempat mencapai Rp830,5 triliun dengan 6,8 juta debitur.
"Dari jumlah tersebut telah dibentuk pencadangan sebesar 16 persen atau setara dengan Rp106,2 triliun," ungkap Wimboh dalam acara Media Group Network (MGN) Summit 2022 yang digelar secara hybrid, Kamis, 27 Januari 2022.

Wimboh melanjutkan, kinerja di sektor perbankan menunjukkan tren perbaikan, meskipun masih berada dalam masa pandemi. Hal ini ditunjukkan oleh kredit yang mampu tumbuh 5,24 persen (yoy) selama 2021, setelah di 2020 mengalami kontraksi 2,41 persen (yoy).

"Risiko kredit juga terkendali terlihat dari rasio Non Performing Loan (NPL) pada level tiga persen dan cenderung turun dari tahun lalu yang sebesar 3,06 persen," urainya.

Dari sisi permodalan perbankan yang terlihat dari rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) juga terjaga dengan baik dan berada jauh di atas threshold minimum.

"Yaitu sebesar 25,67 persen dengan likuiditas yang ample (mencukupi), dan didukung juga dengan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12,21 persen," papar Wimboh.

OJK telah memperpanjang masa kebijakan restrukturisasi kredit perbankan, dari Maret 2022 menjadi Maret 2023 guna menjaga momentum pemulihan ekonomi serta mendorong pertumbuhan penyaluran kredit perbankan.

Perpanjangan kebijakan tersebut sebagai langkah antisipatif dan lanjutan bagi otoritas untuk mendorong optimalisasi kinerja perbankan, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, sebagai persiapan bagi bank dan debitur untuk kembali normal secara perlahan, sehingga menghindari potensi gejolak setelah kebijakan ini berakhir.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id