comscore

Bantah Terlilit Utang Rp35 Triliun, AP I Catat Utang ke Kreditur dan Investor Cuma Rp28 Triliun

Eko Nordiansyah - 08 Desember 2021 18:31 WIB
Bantah Terlilit Utang Rp35 Triliun, AP I Catat Utang ke Kreditur dan Investor Cuma Rp28 Triliun
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat utang kepada kreditur dan investor hingga November 2021 sebesar Rp28 triliun. Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan informasi yang beredar selama ini jika pengelola bandara tersebut terlilit utang mencapai Rp35 triliun.

"Memang kita utang kepada kreditur dan investor sampai dengan November 2021 itu sebesar Rp28 triliun. Jadi bukan Rp35 triliun, tapi Rp28 triliun," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi dalam video conference, Rabu, 8 Desember 2021.
Ia menambahkan, selain utang kepada kreditur dan investor tadi, AP I memang memiliki kewajiban kepada karyawan dan para supplier sebesar Rp4,7 triliun. Dengan demikian total keseluruhan kewajiban yang dimiliki oleh AP I adalah Rp32,7 triliun baik kepada kreditur, investor, karyawan, maupun para supplier.

Faik memastikan, permasalahan utang yang dihadapi oleh AP I ini bukan disebabkan oleh masalah yang bersifat struktural. Ia menyebut, utang tersebut membengkak karena kinerja perusahaan yang belum beranjak pulih dari dampak pandemi covid-19 dan bisa meningkat tanpa adanya upaya penyehatan atau restrukturisasi.

"Kenapa utang besar? Karena sebelum pandemi covid-19, kita di AP I sibuk bangun 10 bandara untuk menyelesaikan masalah kapasitas dimana jumlah penumpang yang dilayani di bandara AP I ini lebih tinggi dari kapasitas tersedia," ungkapnya.

Ia mencontohkan, pada 2017 lalu kapasitas bandara yang dimiliki AP I hanya untuk 71 juta penumpang per tahun namun realisasinya bisa mencapai 90 juta per tahun. Jumlah penumpang yang harus dilayani AP I juga kembali meningkat pada 2018 dan 2019, namun mengalami penurunan sejak pandemi covid-19 pada tahun lalu.

Pada 2020, trafik penumpang di 15 bandara AP I tercatat turun drastis menjadi hanya 32,7 juta penumpang dari 81,5 juta penumpang pada 2019. Sementara untuk tahun ini, trafik penumpang Ap I diprediksi lebih rendah dari trafik 2020, yaitu hanya sebesar 25 juta penumpang.

"Jadi bisa dibayangkan dengan realisasi penumpang tinggi dari kapasitas dan muncul persoalan pelayanan. Untuk membiayai 10 bandara tersebut karena masalah kapasitas, kami tidak menggunakan dana APBN atau PMN tapi melalui pendanaan internal dan eksternal. Jadi ini yang terhadap pengembangan kita tidak sama sekali dengan pemerintah tapi melalui obligasi," pungkas dia.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id