Harga Naik, Plafon Gadai Emas di Pegadaian Ikut Terkerek

    Husen Miftahudin - 29 Juli 2020 18:05 WIB
    Harga Naik, Plafon Gadai Emas di Pegadaian Ikut Terkerek
    Plafon gadai emas di Pegadaian ikut terkerek imbas naiknya harga emas. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Harga emas cetakan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tembus di atas Rp1 juta per gram. Emas Antam kian menunjukkan tajinya seiring tingginya harga emas dunia.

    Kondisi itu sebenarnya bisa dimanfaatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan dana segar. Maklum di tengah perlambatan ekonomi imbas pandemi covid-19 seperti saat ini, para pelaku UMKM butuh sokongan modal agar usaha mereka tetap bertahan.

    Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Harianto Widodo mengatakan, kenaikan harga emas di pasar berpengaruh pula terhadap penentuan standar taksiran atas emas yang digadaikan. Artinya, plafon gadai emas di Pegadaian saat ini mengalami kenaikan signifikan seiring lonjakan harga emas cetakan.

    "Sehingga impact-nya, dengan (berat) emas yang sama akan mendapatkan plafon pinjaman yang lebih besar," ujar Harianto dalam telekonferensi Paparan Kinerja Pegadaian Semester I-2020, Rabu, 29 Juli 2020.

    Bila dibandingkan dengan kondisi empat sampai lima bulan sebelumnya, nilai plafon pinjaman terhadap gadai emas saat ini mengalami kenaikan sekitar 10 persen hingga 15 persen. "Ini adalah peluang untuk nasabah menaikkan pinjamannya," tutur dia.

    Namun demikian, aku Harianto, kenaikan harga cetakan emas di pasar tak berjalan beriringan dengan tingkat kenaikan nasabah gadai emas di Pegadaian. Pasalnya, tidak ada korelasi antara kebutuhan menggadai dengan kenaikan harga emas dari sisi nasabah.

    Menurut dia, banyaknya jumlah nasabah gadai emas di Pegadaian saat ini lebih didominasi oleh tren kenaikan pemenuhan kebutuhan saat Idulfitri lalu. Sementara secara nilai, kenaikannya lebih didorong oleh lonjakan harga emas.

    "Harus kita akui bahwa kenaikan pertumbuhan nasabah sebulan terakhir itu satu persen, tapi nominal outstanding-nya hampir tiga persen. Ini didorong oleh orang yang menggadai sekaligus didorong oleh kenaikan harga emas. Artinya, kenaikan outstanding ini gabungan antara jumlah orang yang menggadai bertambah ditambah harga emas yang naik," ucap Harianto.

    Adapun hingga Juni 2020, Pegadaian berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp80,4 triliun, naik 18,8 persen dibandingkan pada periode sebelumnya sebesar Rp67,7 triliun. Dari pinjaman yang disalurkan tersebut, sekitar 60 persen di antaranya bersifat produktif. Sedangkan 40 persen sisanya merupakan pinjaman yang disalurkan untuk kebutuhan konsumtif.

    Mengutip laman Logam Mulia Antam, Rabu, 29 Juli 2020, harga emas dibanderol Rp1,01 juta per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas dibanderol di kisaran Rp910 ribu per gram.

    Pembelian emas dengan ukuran 10 gram yang dijual di Gedung Antam, harganya setara dengan Rp9,62 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 25 gram, harganya setara dengan Rp23,93 juta.

    Sedangkan pembelian emas dengan ukuran 50 gram, harganya dibanderol Rp47,79 juta. Untuk pembelian emas dengan ukuran 100 gram, harganya setara dengan Rp95,51 juta.
     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id