OJK: Kredit Bermasalah di NTT Didominasi Sektor Konstruksi

    Antara - 16 Juli 2020 09:01 WIB
    OJK: Kredit Bermasalah di NTT Didominasi Sektor Konstruksi
    Foto: dok MI/Ramdani.
    Kupang: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat hingga periode Mei 2020 kredit bermasalah atau Non Perfoming Loan (NPL) perbankan di wilayah itu didominasi sektor kontruksi yang mencapai 13,83 persen.

    "Pertumbuhan kredit untuk sektor konstruksi memang mengalami penurunan secara jumlah dan secara NPL meningkat cukup besar mencapai 13,83 persen," kata Kepala OJK NTT Robert Sianipar, dikutip dari Antara, Kamis, 16 Juli 2020.

    Dijelaskannya, kredit bermasalah di sektor konstruksi meningkat lebih besar dibandingkan dengan NPL sektor lain. Di antaranya perdagangan besar dan eceran sebesar 2,58 persen, pertanian, perburuan dan kehutanan, 4,09 persen.

    Selain itu, sektor listrik, gas, dan air dengan NPL sebesar 1,39 persen. Serta penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 0,91 persen.

    Robert menjelaskan kenaikan NPL di sektor konstruksi perlu menjadi perhatian serius terutama bagi para pelaku bisnis di daerah itu. "Ini perlu diduskusikan lebih lanjut untuk mendorong kondisi ini agar bisa lebih baik," katanya.

    Sedangkan terkait penyaluran kredit perbankan di NTT hingga Mei 2020 masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran mencapai 64,66 persen. Diharapkan pertumbuhan kredit ini bisa terus tumbuh dari waktu ke waktu meski tengah terjadi pandemi covid-19.

    Selain itu penyaluran kredit untuk sektor pertanian, perburuan, kehutanan 6,67 persen, sektor listrik, gas, dan air 5,22 persen, sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum 4,68 persen, dan sektor konstruksi 3,50 persen.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id