Likuiditas BTN Capai Rp35 Triliun

    Ade Hapsari Lestarini - 11 Juni 2020 12:32 WIB
    Likuiditas BTN Capai Rp35 Triliun
    Foto: dok MI.
    Jakarta: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memastikan kondisi likuiditas dan permodalan sangat aman. Adapun posisi likuiditas perseroan mencapai Rp35 triliun.

    "Likuiditas BTN sangat aman, begitu juga fundamental sangat kuat. Apalagi dari sisi permodalan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," ujar Direktur Finance, Planning, & Treasury BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan resminya, Kamis, 11 Juni 2020.

    Nixon memaparkan dalam kondisi covid-19 ini, perbankan khususnya BTN menyediakan likuiditas yang lebih tinggi sekitar 30 persen dibandingkan kondisi biasanya. Pasalnya, selama covid-19 perseroan mengerem ekspansi kredit karena tidak ada pertumbuhan kecuali untuk penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang permintaannya cukup besar.

    "Di Mei saja ada akad sekitar Rp800 miliar untuk KPR Subsidi," katanya.

    Sementara untuk posisi permodalan berada pada level 18-19 persen lebih tinggi dari posisi yang sama tahun lalu sekitar 16 persen-17 persen. "Kami juga bersyukur customer base kita cukup bagus dan well informed. Sehingga jika ada informasi di publik mereka selalu bertanya dulu kepada BTN," jelasnya.

    Di sisi lain Direktur Utama BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan upaya perseroan meningkatkan dan memperbaiki tata kelola perusahaan mendapatkan pengakuan dari Forum ASEAN Corporate Governance sebagai Top 3 ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

    BTN masuk dalam 10 Perusahaan tercatat dalam kategori ASEAN Asset Class (aset berkelas) 2019 yang dinilai memiliki tata kelola perusahaan yang baik dan layak dilirik kalangan investor global.

    "Prestasi ini menjadi bukti sekaligus motivasi bagi perseroan untuk terus meningkatkan tata kelola perusahaan, meningkatkan hubungan baik dengan para stakeholder maupun pemegang saham dan serta memacu kinerja BTN," tuturnya.

    Dalam meningkatkan tata kelola di Bank spesialis pembiayaan perumahan ini, Pahala memaparkan sejumlah inisiatif strategis antara lain dengan menerapkan rekomendasi Domestic Ranking Bodies (DRB) yang diberikan oleh RSM Indonesia dari hasil penilaian tahun sebelumnya sebagai area perbaikan ACGS.

    Perseroan juga terus melakukan pengembangan untuk menyempurnakan tata kelola perusahaan dan mengimplementasikan prinsip pedoman tata kelola perusahaan sesuai aturan dari OJK serta prinsip ACGS.

    "Perseroan mengoptimalkan Integrated Governance Risk Compliance (iGRC) di setiap unit kerja yang mencakup komponen GCG, Risk Management, Compliance, Budaya Perusahaan, Etika Bisnis (Code of Conduct) dan Anti Fraud sehingga dapat beroperasi secara efektif dan efisien yang pada akhirnya meningkatkan kinerja berkualitas unggul," jelasnya.

    Pahala menambahkan pencapaian BTN dalam ACGS merupakan wujud komitmen perseroan sebagai perusahaan terbuka yang patuh dengan regulasi dan menjalankan prinsip transparansi dan tata kelola perusahaan dalam menjalankan bisnisnya.

    "Peran pemegang saham dan pemangku kepentingan membantu BTN melakukan inisiatif serta inovasi utuk meningkatkan tata kelola perusahaan yang dapat mendukung visi dan misi kami," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id