Rupiah Pagi Gilas Dolar AS

    Angga Bratadharma - 06 April 2021 09:34 WIB
    Rupiah Pagi Gilas Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO



    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terpantau menguat ketimbang hari sebelumnya yang berada di posisi Rp14.515 per USD. Mata uang Garuda berhasil meredam keperkasaan mata uang Paman Sam di tengah merekahnya bursa saham Wall Street.

    Mengutip Bloomberg, Selasa, 6 April 2021, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibka menguat ke level Rp14.490 per USD. Pagi ini nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp14.490 hingga Rp14.497 per USD. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.311 per USD.






    Sementara itu, dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa WIB). Saham mencapai rekor tertinggi dan imbal hasil obligasi AS bertahan di bawah tertinggi baru-baru ini, meskipun analis mengatakan likuiditas rendah karena banyak bagian dunia libur untuk Paskah.

    Dolar telah kembali bangkit tahun ini seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS karena investor bertaruh pada pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi ketika ekonomi dibuka kembali setelah penutupan bisnis terkait covid-19.

    Tetapi penurunan dolar pada Senin waktu setempat bahkan terjadi setelah data pekerjaan yang kuat pada Jumat, 2 April, dapat menunjukkan bahwa sebagian besar prospek bullish telah diperkirakan, setidaknya untuk jangka pendek.

    “Fakta bahwa kami tidak menguji tertinggi baru (dalam imbal hasil) tepat setelah data penggajian (payrolls) non-pertanian pada Jumat menunjukkan bahwa mungkin beberapa dari optimisme ekonomi AS ini sudah diperkirakan,” kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.

    Ia mengatakan seseorang harus sedikit berhati-hati dalam menafsirkan gerakan ini karena sebagian besar dunia masih tutup untuk liburan (Paskah).

    Greenback telah menguat pada Jumat, 2 April, setelah data menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling banyak dalam tujuh bulan pada Maret karena lebih banyak orang AS yang divaksinasi dan pemerintah membagikan uang bantuan pandemi tambahan, menandai dimulainya kinerja ekonomi terkuat tahun ini dalam hampir empat dekade.

    Dolar melemah 0,40 persen terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya pada Senin waktu setempat menjadi 92,59. Mata uang AS telah jatuh dari 93,44 pada Rabu, 31 Maret, yang merupakan tertinggi sejak 5 November.

    Euro menguat 0,50 persen menjadi USD1,1811. Sterling naik 0,57 persen menjadi USD1,3903. Dolar Australia, yang biasanya naik saat selera risiko kuat, naik 0,78 persen menjadi USD0,7653. Data pada Senin menunjukkan bahwa ukuran aktivitas industri jasa AS melonjak ke rekor tertinggi pada Maret di tengah pertumbuhan yang kuat dalam pesanan baru.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id