Langkah Cepat OJK Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Husen Miftahudin - 03 Mei 2021 12:34 WIB
    Langkah Cepat OJK Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah
    Ilustrasi ekonomi syariah. Foto: Antara/Ismar Patrizki



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya untuk terus menempuh berbagai kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut dilakukan guna mengoptimalkan besarnya potensi ekonomi dan keuangan syariah yang ada di Indonesia.

    "Untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional, peran sektor jasa keuangan menjadi sangat krusial sebagai katalisator dan motor penggerak, termasuk peran dari sektor ekonomi dan keuangan syariah," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangannya yang dikutip dari instagram terverifikasi @ojkindonesia, Senin, 3 Mei 2021.






    Wimboh menekankan bahwa sektor jasa keuangan syariah terbukti memiliki resiliensi atau daya tahan yang baik di masa pandemi hingga periode recovery saat ini. Hal itu terlihat dari perkembangan aset keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah.

    "Aset keuangan syariah, tidak termasuk saham syariah per Februari 2021 lalu mampu mencapai Rp1.836,57 triliun dengan pertumbuhan cukup tinggi mencapai 23,52 persen (yoy)," paparnya.

    Pada unggahan yang sama, terdapat tiga langkah cepat (quick wins) yang dilakukan regulator dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Pertama, membangun ekosistem keuangan syariah terintegrasi.

    Dalam langkah pertama tersebut, OJK memberdayakan ekonomi umat, memperluas akses pembiayaan dalam satu ekosistem keuangan syariah terintegrasi, serta digitalisasi sektor jasa keuangan syariah melalui Bank Wakaf Mikro (BWM)-Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mensinergikan BUMDes Center dengan BWM.

    Kedua, mewujudkan bank syariah berskala besar. Dalam hal ini otoritas menyetujui penggabungan tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai pengampu sektor keuangan syariah. Kemudian mengembangkan produk dan layanan keuangan syariah yang berdaya saing.

    Ketiga, memperluas akses pemasaran industri halal yang dilakukan melalui perluasan instrumen pembiayaan untuk industri halal dan perluasan pemasaran produk industri halal melalui platform digital UMKM.

    Dalam menjalankan strategi maupun pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, OJK mengacu pada tiga arah kebijakan yang dirilis pada 2020-2021, yaitu Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) 2021-2025, Roadmap Pasar Modal Syariah 2020-2024, serta Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia 2020-2025.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id