Faktor Global Bayangi Pelemahan Rupiah

    Husen Miftahudin - 12 Januari 2021 18:45 WIB
    Faktor Global Bayangi Pelemahan Rupiah
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Januari tercatat melemah tipis.

    Mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah tipis dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.130 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah lima poin atau setara 0,04 persen.

    Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah justru berada di zona hijau pada posisi Rp14.137 per USD. Rupiah menguat 12 poin atau setara 0,09 persen dari Rp14.150 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

    Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.231 per USD atau melemah sebanyak 76 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.155 per USD.

    Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi memaparkan melemahnya rupiah ditenggarai faktor global.

    "Imbal hasil obligasi pemerintah yang tinggi melebihi ketidakpastian politik AS. Investor optimistis pada belanja pemerintah yang lebih tinggi di bawah pemerintahan Joe Biden yang akan datang. Ekspektasi ini mendorong dolar terus menguat," ujar Ibrahim melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Januari 2020.

    Di sisi lain, kasus covid-19 secara global yang terus meningkat dan mendorong kembali tindakan penguncian, termasuk di Tiongkok.

    Kendati demikian, sentimen positif domestik dipercaya masih cukup kuat untuk melindungi mata uang Garuda. Kedatangan 15 juta vaksin covid-19 asal Sinovac, Tiongkok dipercaya akan menjadi pemicu rupiah menguat.

    "Bahan baku vaksin Sinovac asal Tiongkok ini menjadi kali ketiga, sebelumnya juga Indonesia sudah kedatangan 1,8 juta dosis vaksin pada 30 Desember 2020. Sedangkan vaksin tahap pertama datang pada 6 Desember 2020," paparnya.

    Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa bahan baku vaksin tersebut akan langsung diproses dalam laboratorium milik Bio Farma untuk kembali ditindaklanjuti. Bio Farma memiliki waktu sekitar satu bulan untuk memproduksi vaksin.

    "Sedangkan proses vaksinasi akan dilakukan pada Rabu, 13 Januari 2020. Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin," lanjutnya.

    Begitu juga dengan pengetatan PSBB Jawa-Bali yang sudah diterapkan, dipercaya tak membuat rupiah menciut. Jam buka mal, kafe, dan lainnya sudah dibatasi guna mencegah angka kasus covid-19 yang terus meningkat di awal tahun.

    "Sehingga, apa yang dilakukan oleh pemerintah sudah sesuai dengan regulasi negara-negara di dunia yang juga melakukan hal yang sama," tuturnya.

    Untuk perdagangan besok pagi, mata uang rupiah kemungkinan masih dibuka melemah di level Rp14.110 per USD hingga Rp14.150 per USD.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id