BI: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Meningkat 3 Bulan ke Depan

    Husen Miftahudin - 19 Februari 2021 15:26 WIB
    BI: Kebutuhan Pembiayaan Korporasi Meningkat 3 Bulan ke Depan
    Ilustrasi kebutuhan pembiayaan korporasi - - Foto: Antara/ Sigid Kurniawan



    Jakarta: Survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan oleh Bank Indonesia (BI) mengindikasikan kebutuhan pembiayaan korporasi meningkat pada tiga bulan mendatang, terutama untuk mendukung aktivitas operasional.

    "Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi tiga bulan mendatang sebesar 27,1 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya 17,1 persen," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam hasil survei yang dikutip dari laman resmi Bank Indonesia, Jumat, 19 Februari 2021.




    Adapun peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian; pertanian, perikanan, dan kehutanan; informasi dan komunikasi; serta real estat. Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut sebagian direncanakan menggunakan dana sendiri (laba ditahan), serta sebagian lainnya dari kredit bank.

    "Pembiayaan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas operasional, mendukung pemulihan permintaan domestik pascapanerapan new normal, membayar kewajiban jatuh tempo, dan mendukung aktivitas investasi," papar dia.

    Penambahan pembiayaan rumah tangga pada tiga dan enam bulan ke depan diindikasi masih terbatas. Bank umum masih menjadi preferensi utama rumah tangga dalam rencana pengajuan pembiayaan ke depan, terutama dalam bentuk Kredit Multi Guna (KMG), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

    Persentase rencana pengajuan KKB dan KMG meningkat dari bulan sebelumnya. Pada tiga mendatang, pengajuan KMG diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 55,1 persen dari 49,3 persen. Sedangkan untuk pengajuan KMG enam bulan mendatang naik dari 51,1 persen menjadi 58,8 persen.

    Sementara itu, rencana pengajuan KKB hanya naik pada enam bulan ke depan, yakni dari 16,8 persen menjadi 17,6 persen. Sedangkan pengajuan KKB untuk tiga bulan mendatang terkontraksi dari 11,9 persen menjadi 11,2 persen.

    Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru terindikasi meningkat pada kuartal I-2021, tercermin pada SBT perkiraan penyaluran kredit baru sebesar 67,4 persen. Berdasarkan kelompok bank, pertumbuhan secara kuartalan diprakirakan terjadi pada seluruh kategori bank dan untuk seluruh jenis kredit.

    "Prakiraan meningkatnya penyaluran kredit baru pada kuartal I-2021 didorong oleh optimisme terhadap perkembangan distribusi vaksin covid-19 yang diharapkan dapat menekan penyebaran virus sehingga berdampak positif terhadap kondisi perekonomian," pungkas Erwin.

    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id