Festival Ekonomi Syariah Raup Kesepakatan Bisnis Rp3,49 Triliun

    Husen Miftahudin - 28 Oktober 2020 20:21 WIB
    Festival Ekonomi Syariah Raup Kesepakatan Bisnis Rp3,49 Triliun
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) berhasil meraup kesepakatan bisnis hingga Rp3,49 triliun. Fesyar merupakan rangkaian acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 yang dihelat bank sentral secara virtual.

    "Alhamdulillah, rangkaian kegiatan (Fesyar) tidak kurang dari 23 webinar bertaraf nasional dan internasional, 12 business coaching dan matching, 22 workshop, 10 showcase international, dan lebih dari 600 peserta exhibition. Bahkan Fesyar di Jawa Timur telah diikuti lebih dari 75 ribu peserta dan sukses menghasilkan kesepakatan bisnis sebesar Rp3,49 triliun," ujar Perry dalam Opening Ceremony ISEF 7th secara virtual di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2020.

    Pada tahun ini, Bank Indonesia melaksanakan tiga kali Fesyar di tingkat wilayah, yaitu wilayah Sumatra yang dipusatkan di Sumatra Barat, wilayah timur yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat (NTB), dan wilayah Jawa yang dipusatkan di Jawa Timur.

    Sebagai puncak penyelenggaraan, BI menggelar acara ISEF dari tanggal 27 hingga 31 Oktober 2020. Perry menjelaskan bahwa serangkaian kegiatan ISEF difokuskan untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem mata rantai ekonomi halal, baik secara nasional, regional, maupun global.

    "Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk terus mengembangakan keuangan syariah, baik komersial di pasar perbankan, pasar modal, keuangan mikro, maupun keuangan sosial khususnya pengembangan wakaf produktif. Sementara edukasi keuangan syariah semakin diperluas, khususnya dengan penguatan peran pemuda, peran milenial, serta kesadaran dan inklusi masyarakat melalui Gerakan Halal Lifestyle," paparnya.

    Perry bilang, seluruh rangkaian kegiatan ISEF ke-7 yang dilaksanakan sejak 7 Agustus 2020 hingga pekan ini diharapkan dapat semakin memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia dan juga global. Rangkaian kegiatan pemberdayaan ekonomi syariah diharapkan dapat mempercepat implementasi Masterplan Ekonomi Keuangan Syariah Indonesia (MEKSI), terbentuknya ekosistem halal value chain.

    "Termasuk pemberdayaan ekonomi pesantren, pengembangan kawasan industri halal, serta kemunculan entrepreneur milenial baru. Pengembangan keuangan syariah untuk memperluas sukuk sebagai unggulan instrumen keuangan komersial maupun wakaf produktif sebagai sumber pembiayaan ekonomi baru," urai dia.

    Sementara itu, lanjutnya, sasaran kegiatan riset dan edukasi mencakup publikasi jurnal, buku referensi, serta platform virtual dan medsos Fesyar dan ISEF. Rangkaian kegiatan bertaraf nasional dan internasional ini akan diselenggarakan selama pekan ISEF ke-7 dari 27-31 Oktober 2020

    "Sebagian besar kegiatan ISEF ke-7 ditujukan untuk mengakselerasi ekonomi syariah. Dengan penyelenggaraan ini kami berharap semakin banyak lembaga asosiasi dan berbagai pihak pegiat ekonomi dan keuangan syariah, baik secara nasional maupun internasional yang bergabung dan berjemaah di dalam ISEF untuk mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah," pungkas Perry. 

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id