Sepekan Harga Emas Antam Bergerak Melemah

    Angga Bratadharma - 24 Oktober 2020 09:30 WIB
    Sepekan Harga Emas Antam Bergerak Melemah
    Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan di sepanjang pekan ini terpantau fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Kemilau emas Antam memudar seiring dengan pemulihan ekonomi yang terjadi secara bertahap dan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja.

    Mengutip Logam Mulia Antam, Sabtu, 24 Oktober 2020, harga emas pada awal pekan atau tepatnya Senin, 19 Oktober, berada di posisi Rp1,008 juta per gram. Kemudian pada Selasa, 20 Oktober, harga emas stabil di level Rp1,008 juta per gram. Lalu pada Rabu, 21 Oktober, harga emas naik ke posisi Rp1,012 juta per gram.

    Sedangkan pada Kamis, 22 Oktober, harga emas Antam melemah tipis ke level Rp1,011 juta per gram. Kemudian pada akhir pekan atau tepatnya Jumat, 23 Oktober, harga emas kembali melemah ke posisi Rp1,007 juta per gram. UU Cipta Kerja yang mulai diimplementasikan oleh pemerintah memicu pudarnya harga emas Antam.

    Sementara itu, emas dunia sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), rebound tipis dari penurunan tajam sehari sebelumnya. Kondisi itu ditopang dolar AS yang melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya dan kesepakatan stimulus baru AS sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 3 November yang tetap tidak pasti.

    Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis hanya USD0,6 atau 0,03 persen menjadi USD1.905,20 per ons. Emas berjangka turun untuk minggu kedua berturut-turut, kurang dari 0,1 persen.

    Pada Kamis, 22 Oktober, emas berjangka turun tajam USD24,9 atau 1,29 persen menjadi USD1.904,60. Sebelumnya bertambah USD14,1 atau 0,74 persen menjadi USD1.929,50 pada Rabu, 21 Oktober. Serta naik USD3,7 atau 0,19 persen menjadi USD1.915,40 pada Selasa, 20 Oktober.

    "Pergerakan emas benar-benar mencerminkan dolar pada saat ini. Emas berada dalam kisaran bergolak USD1.890-USD1.930 dengan setiap penurunan ke dasar naik kembali," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.

    "Lonjakan awal emas (dan dolar sedikit lebih rendah) disebabkan oleh hasil debat presiden terakhir yang tidak mungkin membuat perbedaan dalam hasil pemilihan, dengan (kandidat Demokrat Joe) Biden dengan nyaman berada di depan," tambahnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id