comscore

Rupiah Punya Potensi Bertenaga Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan

Antara - 25 Mei 2022 10:57 WIB
Rupiah Punya Potensi Bertenaga Usai BI Tahan Suku Bunga Acuan
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mempunyai potensi untuk pamer kekuatan pada perdagangan hari ini. Adapun nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi menguat usai Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.650 per USD ketimbang posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.661 per USD. "Menyusul hasil Rapat Dewan Gubernur BI, rupiah berpeluang lanjut menguat," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Mei 2022.
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 23-24 Mei 2022. Bank sentral juga tetap mempertahankan suku bunga lainnya, yakni deposit facility di level 2,75 persen dan suku bunga lending facility di level 4,25 persen.

"Walaupun tingkat suku bunga Bank Indonesia belum berubah, tetapi BI berencana untuk mempercepat proses kenaikan giro wajib minimum untuk bank umum dan bank syariah," ujar Revandra.

BI mempercepat normalisasi kebijakan likuiditas melalui kenaikan giro wajib minimum (GWM) rupiah secara bertahap mulai 1 Juni 2022. Dengan demikian, kenaikan GWM pada tahun ini tak hanya akan ada pada Juni dan September saja, namun akan terdapat pula kenaikan GWM pada Juli 2022.

Kewajiban minimum GWM rupiah untuk bank umum konvensional yang pada saat ini sebesar lima persen akan naik menjadi enam persen mulai 1 Juni 2022, lalu 7,5 persen mulai 1 Juli 2022, dan sembilan persen mulai 1 September 2022

Sementara itu, kewajiban minimum GWM rupiah untuk bank umum syariah dan unit usaha syariah yang pada saat ini sebesar empat persen akan naik menjadi 4,5 persen mulai 1 Juni 2022, enam persen mulai 1 Juli 2022, dan 7,5 persen mulai 1 September 2022.

Menurut Revandra, kenaikan tersebut dapat menyerap likuiditas yang berimbas pada stabilisasi nilai rupiah. "Selain itu, indeks dolar AS juga mengalami tren pelemahan selama beberapa hari terakhir, sehingga memberikan dorongan untuk rupiah," katanya.

Revandra memperkirakan rupiah hari ini berpotensi bergerak di kisaran Rp14.600 per USD hingga Rp14.700 per USD. Pada Selasa, 24 Mei, rupiah ditutup menguat 11 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.661 per USD dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.672 per USD.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id