comscore

OJK Bersyukur Kinerja Ekonomi RI Tak Terganggu Peningkatan Ketidakpastian Global

Husen Miftahudin - 26 Mei 2022 13:41 WIB
OJK Bersyukur Kinerja Ekonomi RI Tak Terganggu Peningkatan Ketidakpastian Global
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersyukur kinerja ekonomi nasional tak terganggu dengan risiko ketidakpastian global yang masih menghadapi tekanan inflasi dengan persisten tinggi dan telah mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh mayoritas bank sentral dunia.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan, konflik Rusia-Ukraina serta terganggunya global supply chain akibat lockdown di Tiongkok terus mendorong kenaikan harga komoditas terutama energi dan pangan.
"Kenaikan inflasi yang diikuti oleh pengetatan kebijakan moneter global telah meningkatkan potensi terjadinya hard landing sehingga meningkatkan volatilitas di pasar keuangan global dan terjadinya outflow dari pasar keuangan emerging markets," ujar Anto dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Mei 2022.

Namun menurutnya, kinerja perekonomian domestik masih terjaga. Hal ini terlihat dari rilis Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I-2022 yang terpantau sebesar 5,01 persen (yoy) diikuti dengan peningkatan kinerja mayoritas perusahaan publik di periode yang sama.

Indikator ekonomi high frequency juga terpantau masih positif, mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga telah menaikkan anggaran subsidi energi menjadi Rp443,6 triliun, terbesar sepanjang sejarah.

"Namun demikian, perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak pelarangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) terhadap kinerja neraca perdagangan di bulan Mei 2022," terang dia.

Di tengah perkembangan tersebut, pasar keuangan domestik secara umum bergerak volatile sejalan dengan pelemahan pasar keuangan global seiring aksi risk off investor.

Hingga 20 Mei 2022, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah sebesar 4,3 persen mtd ke level 6.918, sejalan dengan aliran dana nonresiden yang tercatat outflow sebesar Rp9,23 triliun (mtd).

Pasar Surat Berharga Negara (SBN) secara mtd juga terpantau melemah dengan rerata yield SBN naik 42,5 bps di seluruh tenor sejalan dengan outflow SBN investor nonresiden sebesar Rp37,81 triliun (mtd).

"Sepanjang bulan Mei 2022, total net outflow nonresiden di IHSG dan pasar SBN adalah sebesar Rp47,04 triliun," pungkas Anto.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id