Jangan Asal! Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Mulai Investasi Kripto

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 14 September 2021 17:04 WIB
    Jangan Asal! Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Mulai Investasi Kripto
    Bitcoin, salah satu investasi aset kripto. Foto: AFP/Karen Bleier.



    Jakarta: Tren jual beli kripto di Indonesia terus meningkat. Bahkan, anak-anak muda juga ikut berinvestasi kripto.

    "Memang ini euforia, karena lagi booming, rising, angkanya tinggi," ungkap Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga dalam audiensi bersama Metro TV, Selasa, 14 September 2021.

     



    Jerry menyebut, berdasarkan data, lebih dari 80 persen pemain aset kripto di Indonesia adalah anak muda. Meski menjadi tren, Jerry mengimbau agar generasi muda mengedukasi diri sebelum mulai terjun dalam perdagangan kripto.

    "Saya mengimbau kepada generasi muda, saya pikir untuk trading kripto silakan-silakan saja. Tapi mengetahui produknya apa," jelasnya.

    Riset produk

    Wamendag menjelaskan pertama yang bisa dilakukan adalah melakukan riset produk. Kemudian mengetahui tren aset kripto, sedang naik atau turun.

    "Research dulu terhadap produknya. Koinnya apa, begitu kan. Sehingga mengetahui trennya seperti apa naik turunnya. Ini memang sesuatu yang fluktuatif," jelasnya.

    Waspada

    Berikutnya, ia mengingatkan untuk tetap waspada. Ada baiknya para pemain kripto ini tidak terbawa emosi sesaat ke satu produk koin yang sedang ramai.

    "Istilahnya, jangan grasa-grusu, tenang saja dulu. Tetap waspada dan lihat produknya seperti apa, itu diperlukan," terangnya.

    Tercatat ada 13 perusahaan perdagangan aset kripto yang saat ini terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), di antaranya:

    1. PT Indodax Nasional Indonesia (Indodax).
    2. PT Crypto Indonesia Berkat (Toko Crypto).
    3. PT Zipmex Exchange Indonesia (Zipmex).
    4. PT Indonesia Digital Exchange (Idex).
    5. PT Pintu Kemana Saja (Pintu).
    6. PT Luno Indonesia LTD (Luno).
    7. PT Cipta Koin Digital (Koinku).
    8. PT Tiga Inti Utama.
    9. PT Upbit Exchange Indonesia.
    10. PT Bursa Cripto Prima.
    11. PT Rekeningku Dotcom Indonesia.
    12. PT Triniti Investama Berkat.
    13. PT Plutonext Digital Aset.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id