Pendapatan Industri Asuransi Capai Rp62,66 Triliun

    Annisa ayu artanti - 08 Juni 2021 18:34 WIB
    Pendapatan Industri Asuransi Capai Rp62,66 Triliun
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) industri asuransi jiwa Indonesia tercatat tumbuh positif pada kuartal pertama tahun ini.

    Pertumbuhan tersebut terlihat dari laporan pendapatan usaha sepanjang tiga bulan pertama mencapai Rp62,66 triliun, atau meningkat 13.591,6 persen dari pendapatan usaha di kuartal I-2020.

     



    "Peningkatan pendapatan pada kuartal I-2021 didorong oleh membaiknya ekonomi makro, peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi asuransi jiwa, program vaksinasi covid-19 oleh pemerintah, dan strategi industri asuransi jiwa sepanjang tahun ini," kata Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon dalam konferensi pers virtual, Selasa, 8 Juni 2021.

    Budi menjelaskan perolehan pendapatan usaha tersebut terbesar berasal dari pendapatan premi yang mencapai Rp57,45 triliun. Kemudian disusul oleh hasil investasi sebesar Rp2,44 triliun, klaim reasuransi sebesar Rp1,55 triliun, dan pendapatan lainnya sebesar Rp1,21 triliun.

    "Semua item pendapatan industri asuransi jiwa mengalami kenaikan," ucapnya.

    Ia merinci dari total pendapatan premi pada kuartal I-2021 terdiri dari premi bisnis baru sebesar Rp37,04 triliun dan premi lanjutan sebesar Rp20,41 triliun.

    Sementara itu bila ditilik dari saluran distribusi premi, lanjut Budi, total pendapatan premi dari saluran distribusi agen mencapai Rp16,15 triliun, atau melambat 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp17,15 triliun.

    Lalu, pendapatan premi dari saluran bancassurance mencapai Rp30,47 triliun atau tumbuh 55,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,54.

    Sedangkan untuk pendapatan premi dari saluran distribusi alternatif mencapai Rp10,83 triliun atau tumbuh 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp8,02 triliun.

    "Menariknya, pertumbuhan total premi ini lebih banyak didorong oleh peningkatan premi yang masif dari saluran distribusi bancassurance. Pertumbuhan dari moda saluran yang memanfaatkan kerja sama antara perbankan dan asuransi ini memiliki pertumbuhan sekitar 55 persen dari periode sebelumnya," jelasnya.

    Di sisi dari jenis produk asuransi jiwa yang laku di kuartal I-2021, Budi menyebutkan produk unit link masih menjadi primadona. Tercatat, total pendapatan premi dari produk ini mencapai Rp35,83 triliun, atau tumbuh 31,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

    "Produk unit link kian digemari masyarakat karena pelanggan mendapatkan dua manfaat sekaligus yaitu produk asuransi dan produk investasi," jelasnya.

    Sedangkan untuk jenis produk asuransi tradisional total pendapatan premi mencapai Rp21,62 triliun atau tumbuh 23,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp17,52 triliun.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id