Kuartal I-2020

    Bank Mega Catat Laba Rp669 Miliar

    Eko Nordiansyah - 23 April 2020 10:15 WIB
    Bank Mega Catat Laba Rp669 Miliar
    Ilustrasi - - Foto: MI/ Yudhi Mahatma
    Jakarta: PT Bank Mega Tbk mencatat laba bersih selama kuartal I-2020 sebesar Rp669 miliar atau tumbuh 38 persen dibandingkan periode yang sama 2019 sebesar Rp484 miliar. Pencapaian ini ditopang oleh meningkatnya pendapatan bunga kredit akibat kenaikan volume kredit.

    Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib mengatakan net interest income naik 10 persen dibandingkan periode sama tahun lalu karena volume kredit meningkat sebesar Rp10,1 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan kuartal I-2019.

    "Sementara fee based income tercatat naik sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis, 23 April 2020.

    Bank Mega mencatat pertumbuhan aset sebesar 18 persen menjadi Rp99 triliun pada periode Maret 2020. Dana Pihak Ketiga dibukukan sebesar Rp76 triliun atau tumbuh sebesar 29 persen dari kuartal I-2019. Jumlah itu lebih tinggi dari pertumbuhan industri pada Februari 2020 yang hanya 7,77 persen.

    Kredit Bank Mega tercatat tumbuh sebesar 23 persen menjadi Rp54 triliun. Pertumbuhan kredit Bank Mega ini disumbang oleh penyaluran kredit korporasi, terutama berasal dari kredit infrastruktur jalan tol yang dijamin pemerintah dan kredit kepada korporasi dengan track record yang baik.

    Dari sisi likuiditas, Bank Mega memiliki rasio LDR sebesar 67,5 persen lebih rendah dibandingkan 71,3 persen pada Maret 2019. Sementara dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) Bank Mega mencapai 24,7 persen di atas industri pada Februari 2020 yang sebesar 22,27 persen.

    Selama pandemi virus korona (covid-19) ini, Bank Mega tetap memberi layanan di kantor cabang meski dengan waktu operasional yang lebih pendek. Namun Bank Mega menyediakan aplikasi digital seperti ChatBot Mila, Mega Internet Banking, dan Msmile untuk melayani nasabah.
     
    Tak hanya itu, Bank Mega juga memberikan relaksasi kredit kepada debitur yang terdampak covid-19. Restrukturisasi bisa berupa keringanan pembayaran kewajiban/angsuran atas pokok dan/atau bunga dengan cara perpanjangan jangka waktu kredit atau pemberian grace period dengan jangka waktu.

    "Pemberian restrukturisasi ditentukan dari hasil evaluasi bank terhadap kemampuan debitur. Pengajuan restrukturisasi kredit akan dievaluasi oleh komite restrukturisasi Bank Mega sesuai dengan ketentuan Bank Mega dan Peraturan OJK," ungkapnya.  


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id