OJK: Habis Bank, Terbitlah Stimulus Leasing dan Pasar Modal

    Husen Miftahudin - 20 Maret 2020 21:55 WIB
    OJK: Habis Bank, Terbitlah Stimulus <i>Leasing</i> dan Pasar Modal
    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Desi Angriani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana memberikan stimulus bagi Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Kebijakan yang tengah disiapkan itu dilakukan dengan melonggarkan ketentuan kewajiban pembayaran di perusahaan pembiayaan atau perusahaan leasing.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan rencana kebijakan stimulus lanjutan ini untuk memperkuat sendi-sendi mikro ekonomi domestik. Utamanya dalam menghadapi dampak ekstrem virus korona atau covid-19 terhadap perekonomian dalam negeri.

    "(Stimulus) ini kami perluas bukan hanya kredit perbankan tetapi juga ke lembaga pembiayaan atau leasing company. Tujuannya agar sektor usaha masih tetap berjalan dari dampak penyebaran covid-19 ini," ujar Wimboh dalam keterangan resminya, Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.

    Adapun rencana stimulus di perusahaan pembiayaan berupa penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema chanelling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan.

    Kemudian, metode executing antara perusahaan pembiayaan yang mendapat kredit dari perbankan akan dilakukan dengan mekanisme restrukturisasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

    Wimboh menegaskan rencana stimulus ini untuk membantu pemerintah dengan memberikan ruang pelonggaran kepada sektor usaha termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dengan begitu, pembayaran kredit atau pembiayaan pelaku usaha bakal diringankan dan dimudahkan untuk kembali mendapatkan pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan.

    "OJK mendukung upaya pemerintah dalam memperlakukan sektor riil ini bisa diberikan ruang gerak yang lebih leluasa. Kita berikan ruang gerak kepada pengusaha ini agar bisa bertahan jangan sampai ambruk dan menimbulkan lay off, sehingga pada akhirnya bermasalah lebih berat lagi," harap Wimboh.

    Untuk kondisi di pasar modal, Wimboh mengakui bursa saham Indonesia masih dalam keadaan tertekan akibat sentimen negatif penyebaran virus korona. Namun ia meminta masyarakat tidak khawatir mengingat fundamental ekonomi Indonesia masih bagus.

    Berbagai instrumen kebijakan pasar modal telah diterapkan OJK melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti pelarangan short selling, pemberlakuan auto rejection, serta halt trading.

    "OJK juga telah melonggarkan batas waktu penyampaian laporan dan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bagi pelaku industri pasar modal dan memberikan kemudahan dalam melakukan buyback saham tanpa melakukan RUPS terlebih dahulu," jelas dia.

    Sebelumnya, OJK telah memberikan stimulus di bidang perbankan dengan menerbitkan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019. Stimulus ini berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai dengan 31 Maret 2021.

    Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus korona, termasuk debitur UMKM. Diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).

    Terdapat dua stimulus yang diberikan otoritas kepada industri perbankan untuk para debitur yang terdampak korona. Pertama, penilaian kualitas kredit atau pembiayaan atau penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp10 miliar.

    Kedua, restrukturisasi dengan peningkatan kualitas kredit atau pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi. Ketentuan restrukturisasi ini dapat diterapkan bank tanpa batasan plafon kredit.

    "Relaksasi ini juga berlaku bagi UMKM dan KUR (Kredit Usaha Rakyat). Sementara, untuk kredit yang direstrukturisasi bisa langsung dikategorikan menjadi lancar," tutup Wimboh.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id