Resesi Ekonomi Bukan Hambatan untuk Tetap Berinvestasi

    Angga Bratadharma - 23 September 2020 18:42 WIB
    Resesi Ekonomi Bukan Hambatan untuk Tetap Berinvestasi
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
    Jakarta: Ekonomi Indonesia terancam memasuki kondisi resesi lantaran pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 diperkirakan tetap terkontraksi, meski tidak sedalam kuartal II. Namun demikian, situasi itu tidak mengartikan seseorang untuk berhenti berinvestasi karena tetap ada peluang di balik resesi.

    President Director Mandiri Management Investment Alvin Pattisahusiwa mengatakan resesi yang diperkirakan melanda ekonomi Indonesia bukan merupakan hambatan untuk berinvestasi. Bahkan seharusnya menjadi waktu yang tepat bagi seseorang melakukan investasi, terutama di pasar saham.

    "Masa resesi ini justru kesempatan untuk berinvestasi pada saham-saham dengan harga yang cukup murah atau harga diskon dibandingkan dengan pada saat masa normal. Justru kita jangan lompat dari pesawat pada saat turbulensi seperti sekarang," kata Alvin, dalam konferensi pers virtual, Rabu, 23 September 2020.

    Menurutnya dengan situasi dan kondisi seperti sekarang seharusnya seseorang yang sudah berinvestasi di saham terus melakukan investasi dan tidak lupa melakukan diversifikasi produk investasi. Hal itu dinilainya penting agar bisa memanfaatkan peluang investasi yang lebih maksimal di masa mendatang.

    "Kita juga harus tetap menjalankan prinsip-prinsip untuk diversifikasi. Dalam artian kita juga harus punya kantong di sisi rupiah dan kantong diversifikasi di mata uang lain yang dalam hal ini dolar. Karena resesi yang terjadi bukan terjadi hanya di Indonesia, tapi juga di dunia. Maka kita harus memanfaatkan peluang dari harga-harga yang sedang periode diskon," tuturnya.

    Director of Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia Rudy Tandjung menambahkan dalam dua tahun terakhir terlihat adanya perubahan tren berskala global yang terjadi secara masif, seperti perkembangan transformasi teknologi, dan perubahan demografi sosial yang membentuk pola baru konsumsi konsumen.

    Mencermati hal itu, lanjutnya, beragam hal telah DBS Indonesia tingkatkan, termasuk kemudahan pengelolaan dan pengembangan kekayaan melalui piranti digital, pembahasan iklim investasi secara berkala, dan beragam produk yang disesuaikan dengan kebutuhan nasabah serta iklim investasi tersebut.

    "Dan hari ini kami sampaikan Bank DBS Indonesia merupakan salah satu bank yang dipercaya untuk menyediakan sebuah instrumen investasi yang handal, yaitu reksa dana Mandiri Global Sharia Equity Dollar. Produk investasi dengan penempatan berfokus pada perusahaan di sektor-sektor yang tangguh, seperti digitalisasi, kesehatan, keuangan, hingga energi," ucapnya.

    Produk ini, masih kata Rudy, juga menyediakan pilihan dan peluang bagi nasabah yang ingin mendiversifikasikan kekayaannya dengan penempatan di pasar global. "Hal ini sejalan dengan komitmen kami sebagai mitra keuangan dan manajemen kekayaan," kata Rudy.

    Head of Unit Trust and Treasures Private Client Product Bank DBS Indonesia Mus Hidayat mengatakan dengan sebelumnya meluncurkan berbagai produk reksa dana seperti Manulife saham Syariah Asia Pasifik USD, dan BNP Paribas Greater China Equity Syariah, kali ini Bank DBS Indonesia bekerja sama dan berkolaborasi dengan Mandiri Manajemen Investasi.

    "Pertumbuhan teknologi yang kian pesat menciptakan berbagai tantangan sekaligus peluang baru. Hal ini terbukti dengan berkembangnya beberapa sektor industri yang berkaitan dengan  mega tren yang terjadi, di mana secara bisnis mampu menunjukkan eksistensi dan performanya yang solid bahkan di dalam situasi yang menantang," jelas Mus.

    Lebih lanjut, Alvin mengatakan Mandiri Global Sharia Equity Dollar menawarkan keuntungan bagi nasabah, di antaranya pengelolaan manajemen investasi yang profesional, diversifikasi investasi, fleksibilitas investasi, kemudahan pencairan investasi, dan transparansi informasi.

    "Melihat perkembangan tren investasi di 2020, adalah penting untuk melakukan diversifikasi pada portofolio. Dengan berinvestasi di Mandiri Global Sharia Equity Dollar, nasabah dapat mengembangkan portofolio mereka dengan berinvestasi para perusahaan-perusahaan global yang inovatif, seperti Microsoft Corp, dan Apple Inc," pungkasnya. 

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id