OJK Apresiasi Perusahaan Asuransi yang Melaksanakan Relaksasi

    Husen Miftahudin - 11 Mei 2020 22:59 WIB
    OJK Apresiasi Perusahaan Asuransi yang Melaksanakan Relaksasi
    Foto: dok MI/Ramdani.
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengapresiasi perusahaan asuransi yang melaksanakan relaksasi dengan memberikan perpanjangan batas waktu kepada pemegang polis selama empat bulan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi beban masyarakat di tengah himpitan virus korona (covid-19).

    "Kalau ditanya apakah semua industri asuransi wajib memberikan (relaksasi), ya kita harapkan begitu. Kita akan apresiasi mereka karena turut meringankan beban masyarakat dalam hal ini pemegang polis dalam kondisi sulit (covid-19)," kata Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK Anggar Budhi Nuraini dalam keterangannya, Senin, 11 Mei 2020.

    Seperti tertuang dalam Surat OJK Nomor S-11/D.05/2020, regulator memberi relaksasi bagi semua perusahaan asuransi, reasuransi, asuransi syariah, dan reasuransi syariah untuk memberikan perpanjangan batas waktu kepada pemegang polis selama empat bulan dari semula dua bulan sejak jatuh tempo. Hal itu diharapkan dapat memberikan keringanan pada pemegang polis untuk membayar kewajibannya dalam masa sulit covid-19.

    OJK juga memberikan keleluasaan bagi perusahaan asuransi dan tidak mengharuskan ada tatap muka dalam pembayaran premi maupun penutupan polis asuransi nasabah.

    "Kedua pihak bisa melakukan transaksi lewat daring dan tak perlu tatap muka. Ini kita maksudkan untuk mendukung protokol kesehatan yang tertuang dalam imbauan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Kalau perusahaan asuransi bisa melakukan itu, ya tentu kita apresiasi, siapapun mereka," ujarnya.

    Sementara itu, Direktur Utama Asuransi Jasindo Didit Mehta Pariadi menyambut positif dan segera melakukan imbauan OJK tersebut. Keputusan pelonggaran perpanjangan waktu pembayaran premi terkait relaksasi kredit perbankan dilatarbelakangi terkait restrukturisasi kredit perbankan dan pembiayaan sebagai dampak covid-19.

    "Nantinya, perhitungan refund atau tambahan premi disesuaikan dengan PKS (Perjanjian Kerja Sama) atau polis induk yang sudah ada, yaitu atas polis awal dilakukan refund premi, kemudian diterbitkan polis baru sesuai addendum perjanjian kredit atau perjanjian kredit baru setelah restrukturisasi," jelasnya.

    Adapun premi yang dilonggarkan terkait pembayaran premi pada jaminan asuransi jiwa dan kredit macet untuk perbankan. Sedangkan untuk perusahaan pembiayaan tambahan, jaminan objek pertanggungan akan dilakukan sesuai permintaan.

    "Teknisnya polis awal dilakukan endorsement ulang pertanggungan dan jangka waktu pertanggungan, dengan perhitungan premi baru dikurangi premi refund maka menjadi additional premi untuk penambahan premi restrukturisasi. Untuk premi yang lebih ekonomis endorsement penutupan dapat menjadi total lost only (TLO)," lanjut Didit.

    Sedangkan untuk pertanggungan asuransi tambahan dihitung secara prorata. Namun semuanya tetap mengacu pada ketentuan tarif premi yang berlaku sesuai dengan Surat Edaran OJK Nomor 6/SEOJK.05/2017.

    "Untuk harga pertanggungan dapat dipotong maksimal 50 persen atau minimal sama dengan jumlah baki kredit yang masih berjalan. Premium payment warranty khusus untuk premi tambahan atas restruksturisasi kredit diberikan kelonggaran sampai dengan enam bulan sejak addendum kredit," tuturnya.

    Didit juga juga telah menginstruksikan kebijakan ini ke semua kantor cabang di Indonesia. "Kami telah melakukan komunikasi dari group bisnis hingga branch office, dari situ kami telah menyosialisasikannya kepada customer," tutupnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id