Fokus OJK Genjot Literasi dan Edukasi Keuangan, Agar Masyarakat Tidak Tertipu

    Husen Miftahudin - 04 Agustus 2021 20:08 WIB
    Fokus OJK Genjot Literasi dan Edukasi Keuangan, Agar Masyarakat Tidak Tertipu
    OJK. Foto : MI/Ramdani.



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berupaya untuk terus meningkatkan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat dalam rangka memperbesar basis investor ritel serta mengembangkan sektor keuangan di Indonesia.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, sosialisasi literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat penting dilakukan guna pendalaman pasar keuangan. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya market abuse atau spekulatif berlebihan yang dapat menimbulkan kerugian keuangan.

     



    "Beberapa hal yang harus kita fokuskan adalah bagaimana kita bisa melindungi investor dari berbagai investasi-investasi yang ilegal," tegas Wimboh dalam acara Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (Like It) secara virtual, dikutip Rabu, 4 Agustus 2021.

    Selain itu, sambung Wimboh, upaya yang dilakukan bersama itu untuk memitigasi adanya investasi yang berorientasi pada keuntungan jangka pendek atau spekulasi tanpa memperhitungkan risiko, volatilitas, aspek legal atas produk tersebut, dan juga kewajaran penawarannya.

    Untuk itu, OJK mencermati fenomena informasi yang mendorong spekulasi dengan berbagai contoh kasus fraud di Indonesia. Ia mengakui, literasi dan inklusi keuangan yang rendah menyebabkan banyak masyarakat menjadi korban penipuan dengan kerugian kerugian cukup besar.

    "Kami sangat fokus pada hal-hal demikian, sehingga masyarakat harus betul-betul hati-hati dalam melakukan investasi. Maka itu, gunakanlah rekomendasi dari pihak yang terdaftar yang diberi izin oleh OJK untuk memberikan advisor atau memberikan jasa bertransaksi di pasar modal, jangan menggunakan agen-agen atau masyarakat yang tidak terdaftar di OJK," tuturnya.

    Wimboh mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan bersama untuk mendorong literasi keuangan. Antara lain melalui berbagai program edukasi yang mencakup pengembangan edukasi digital, edukasi berbasis komunitas, dan penguatan infrastruktur edukasi.

    Dengan digital, literasi dan edukasi keuangan bisa menjangkau masyarakat luas dengan cepat. Namun di sisi lain, penawaran-penawaran investasi ilegal juga menjangkau masyarakat luas dengan cepat melalui platform digital.

    "Ini harus hati-hati. Jadi kita berpacu dengan berbagai produk yang ada di masyarakat, sehingga kami mendukung acara Like It ini yang merupakan salah satu bentuk sinergi antara Kemenkeu, BI, OJK, dan LPS dalam koridor FK-PPPK dalam rangka meningkatkan pendalaman pasar keuangan, literasi keuangan, dan edukasi keuangan," ucap Wimboh.

    Namun demikian, meningkatkan literasi dan edukasi keuangan bukan hanya tugas pemerintah dan otoritas semata. Seluruh pemangku kepentingan dan para pelaku sektor jasa keuangan, mulai dari pelaku di pasar modal termasuk reksa dana dan manajer investasi juga bertanggung jawab terhadap peningkatan literasi dan edukasi keuangan kepada masyarakat.

    "Kita lakukan bersama seluruh pemangku kepentingan dan juga para pelaku sektor jasa keuangan. Ini tugas kita bersama, jadi bukan hanya tugas pemangku kebijakan," tutup Wimboh.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id