Manfaatkan Pinjaman dari P2P Lending, UMKM Bisa Naik Kelas

    Annisa ayu artanti - 14 Juni 2021 11:38 WIB
    Manfaatkan Pinjaman dari P2P <i>Lending</i>, UMKM Bisa Naik Kelas
    UMKM. Foto : Kemenperin.



    Jakarta: Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatkan peer to peer lending (P2P lending) atau pinjaman P2P untuk memperoleh pinjaman modal kerja jangka pendek tanpa agunan agar dapat mengembangkan usahanya dan naik kelas.

    Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Noor Halimah Anjani mengatakan, pinjaman P2P menghubungkan peminjam dengan pemberi pinjaman secara daring mampu menyediakan pinjaman secara cepat dan dengan persyaratan yang tidak membebani.

     



    "Di tengah pandemi covid-19, akses pendanaan untuk UMKM menjadi lebih krusial lagi untuk memastikan mereka dapat tetap bertahan dan mengembangkan bisnisnya," ujar Halimah, dalam keterangan tertulis, Senin, 14 Juni 2021.

    Ia menjelaskan, kehadiran pinjaman P2P dapat mengisi celah pembiayaan yang tidak dapat disediakan oleh layanan perbankan. Menurutnya, jenis pinjaman seperti ini perlu memperbanyak produk layanan finansialnya, terutama yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. Berdasarkan data yang yang dihimpun CIPS menyatakan kehadiran pinjaman P2P dapat membantu membuka akses UMKM untuk mendapat pendanaan yang luas.

    "Realisasi penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Maret 2020, baru mencapai Rp54,03 triliun dari target Rp190 triliun. Penyerapan yang masih rendah ini terkendala profil UMKM yang tidak sesuai dengan persyaratan," jelas Halimah.

    Ia mengungkapkan pinjaman P2P dapat membantu UMKM tersebut. Apalagi UMKM adalah sektor penyumbang 61,07 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia serta mampu menyerap 97 persen dari angkatan kerja.

    Lebih lanjut, berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada September 2020 menyebut jumlah distribusi pinjaman P2P sudah mencapai Rp128,7 triliun, atau meningkat sebesar 113 persen dibandingkan September 2019.

    Sampai dengan Maret 2021, tercatat 148 penyelenggara pinjaman P2P yang terdaftar dan memiliki izin dari OJK. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga mencatat bahwa UMKM mendominasi penyaluran pinjaman P2P.

    Oleh karena itu, untuk memastikan bahwa UMKM dapat memanfaatkan pinjaman P2P, Halimah menambahkan, peran pemerintah dan peningkatan literasi keuangan menjadi penting.

    "Literasi keuangan dapat membantu pelaku UMKM untuk berhati-hati dalam meminjam modal melalui pinjaman P2P dengan memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi internal keuangan usahanya dan bagaimana modal dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis. Literasi keuangan juga dapat mencegah mereka terjebak utang oleh penyelenggara pinjaman P2P ilegal," pungkasnya. 

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id