IFG Berkomitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia

    Angga Bratadharma - 07 November 2020 13:03 WIB
    IFG Berkomitmen Dukung Pemulihan Ekonomi Indonesia
    Ilustrasi. FOTO: MI/IMMANUEL ANTONIUS
    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan kinerja industri asuransi umum dan asuransi jiwa per Agustus 2020 turun sebanyak 10 persen dari tahun sebelumnya. OJK meminta agar perusahaan asuransi secara simultan segera mempersiapkan strategi transformasi bisnis, layanan konsumen, mitigasi risiko, dan penerapan teknologi informasi.

    Direktur Keuangan dan Umum Indonesia Financial Group (IFG) Rizal Ariansyah menyampaikan di tengah kondisi saat ini perusahaan asuransi harus mampu memberikan solusi dalam rangka ikut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia. Upaya itu dengan menciptakan produk asuransi yang lengkap dan dapat memberikan proteksi maksimal kepada masyarakat.

    Kehadiran IFG, disebutnya, dapat menjadi solusi penggerak finansial perekonomian Indonesia khususnya di bidang asuransi dan penjaminan. Hal itu dalam menciptakan produk dan jasa layanan asuransi yang inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung pemulihan ekonomi menuju Indonesia maju.

    "IFG didirikan dengan harapan dapat berperan dalam pembangunan nasional melalui pembangunan industri asuransi yang kuat dan dapat memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat," kata Rizal, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 7 November 2020.

    Sebagai salah satu contoh, lanjutnya, saat ini IFG melihat UMKM mengalami tekanan likuiditas yang besar akibat pandemi. Karena itu, IFG melalui anggota holding, memberikan dukungan asuransi penjaminan UMKM hingga senilai Rp8,3 triliun per September 2020 kepada lebih dari 200 ribu pelaku UMKM.

    "Di samping itu, IFG juga memastikan agar seluruh anggota holding selalu mempertahankan level of services yang baik kepada para nasabah," ucap Rizal.

    Jasindo, yang merupakan anak perusahaan dari IFG juga turut berperan aktif dalam pemulihan ekonomi Indonesia melalui berbagai program asuransi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sejalan dengan rencana pemerintah untuk pemulihan ekonomi Indonesia, Asuransi Jasindo dipercaya pemerintah untuk melaksanakan lima asuransi penugasan.

    Kelima penugasan itu yakni Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) yang merupakan inisiasi Kementerian Keuangan dengan Jasindo ditunjuk sebagai ketua konsorsium sekaligus penerbit polis. Kemudian ada Jaminan Kesehatan Menteri (Jamkesmen) dan Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK).

    Kemudian Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil (APPIK), dan Program Bantuan Premi Asuransi Bagi Nelayan (BPAN). "Kami berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat," ucap Direktur Pengembangan Bisnis Asuransi Jasindo Diwe Novara.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id