Pekan Depan, Laporan Kinerja Emiten Diramal Dorong Penguatan IHSG

    Annisa ayu artanti - 25 Oktober 2020 11:53 WIB
    Pekan Depan, Laporan Kinerja Emiten Diramal Dorong Penguatan IHSG
    IHSG pekan depan diprediksi menguat didorong rilisnya laporan keuangan emiten. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sepekan ke depan diprediksi akan bergerak menguat.

    Direktur PT Anugrah Mega Investama Hans Kwee mengatakan penguatan tersebut didorong dirilisnya laporan keuangan emiten untuk periode kuartal III-2020.

    IHSG berpeluang konsolidasi menguat dengan support di level 5.063 sampai 5.001 dan resistance di level 5.135 sampai 5.182.

    "Beberapa laporan keuangan kuartal ketiga yang keluar di atas harapan pasar. Hal ini menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan bila laporan positif ini terus berlanjut," tulisnya dalam riset mingguan, Minggu, 25 Oktober 2020.

    Selain itu, pelaku pasar juga mencermati potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ke III-2020 yang diperkirakan akan terkontraksi minus satu persen sampai minus 2,9 persen.

    Pemerintah menaksir seluruh komponen pembentuk Produk Domestik Bruto (PDB) akan mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada kuartal ketiga ini, seperti perkiraan konsumsi rumah tangga akan turun 1,5 persen sampai tiga persen.

    Kemudian investasi juga masih mengalami tekanan dengan perkiraan antara minus 6,4 persen sampai minus 8,5 persen. Lalu, pertumbuhan ekspor diperkirakan berada dalam kisaran minus 8,7 persen sampai minus 13,9 persen, serta impor juga masih mengalami tekanan.

    Sedangkan untuk keseluruhan 2020 pertumbuhan ekonomi diperkirakan ada di kisaran minus 0,6 persen hingga 1,7 persen.

    "Biarpun tumbuh negatif pertumbuhan ekonomi Indonesia jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain yang menghadapi pandemi covid 19," ucap Hans.

    Optimisme tersebut didukung oleh rilisnya data investasi yang lebih baik dibandingkan ekspektasi para analis. Hal ini menimbulkan harapan PDB di kuartal IV-2020 akan lebih baik.

    Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah melaporkan nilai investasi yang masuk pada kuartal III 2020 adalah Rp209 triliun. Jumlah ini membaik 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

    Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan kuartal II-2020 yang mana investasi hanya mencapai Rp191,9 triliun atau terkontraksi (tumbuh negatif) 4,3 persen (yoy). Sedangkan secara kumulatif Januari-September 2020, nilai investasi sebesar Rp611,6 triliun atau mengalami kenaikan 1,7 persen (yoy).

    "Data ini membawa harapan kuartal empat pertumbuhan ekonomi mulai naik menjadi positif kembali untuk membawa Indonesia keluar dari resesi," pungkasnya.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id