2 Sentimen Pendukung Saham LPKR, Layak Koleksi

    Ade Hapsari Lestarini - 02 Desember 2020 14:51 WIB
    2 Sentimen Pendukung Saham LPKR, Layak Koleksi
    Foto: Grafis Medcom.id
    Jakarta: PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kinerja sahamnya masuk daftar pencetak keuntungan tertinggi (top gainers) dengan menguat sebesar 24,10 persen pada pekan lalu. Level tertinggi indeks mencapai 5.795,83, sedangkan terendah 5.745,88.

    Data RTI mencatat lima saham top gainers antara lain Lippo Karawaci, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT Bank BRISyariah Tbk (BRIS), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI).

    Lima emiten top gainers ini yakni LPKR sahamnya melonjak hingga 24,10 persen, AGRO naik 23,91 persen, BWPT menguat 10,58 persen, BRIS terangkat 6,91 persen, dan ASRI meningkat 6,84 persen.

    Analis Sukarno Alatas menyampaikan kinerja positif yang diraih LPKR ditunjang oleh berbagai sentimen positif baik dari internal maupun eksternal. Antara lain, sentimen penurunan suku bunga dan ditambah lagi sentimen sebelumnya terkait omnibus law yang banyak diramal berbagai pihak  akan menguntungkan sektor properti.

    "Ditambah lagi valuasi LPKR tergolong murah pada saat ini, dan pergerakannya agak ketinggalan pada saat itu. Kemudian optimisme pemulihan ekonomi juga turut andil karena nanti di Januari vaksin sudah bisa didistribusikan secara bertahap," ucap Sukarno, dikutip Rabu, 2 Desember 2020.

    Ke depannya, sektor properti seperti LPKR berpeluang akan lebih baik nantinya seiring tren suku bunga turun dan optimisme pemulihan ekonomi. Apalagi, secara kinerja, LPKR masih cukup positif. Adapun kenaikan sektor agrikultur dikarenakan sentimen India memangkas bea impor minyak sawit mentah sebesar 10 persen.

    Berdasarkan data Bloomberg, margin laba usaha Lippo Karawaci tercatat 5,62 persen pada kuartal III-2020, sedangkan di kuartal III-2019 OPM tercatat -10,46 persen. Margin EBITDA LPKR di kuartal tiga ini juga tercatat sebesar 38,01 persen meningkat bila dibandingkan kuartal ketiga tahun lalu yang sebesar 37,72 persen.

    Anak usaha LPKR, yakni Lippo Cikarang juga kinerjanya membaik selain dilihat dari pertumbuhan pendapatan dan laba, ada peningkatan rasio profitabilitas baik itu rasio gross profit margin (GPM), OPM, dan net profit margin (NPM).

    Dia menilai sektor properti yang jadi salah satu bisnis inti LPKR, akan diuntungkan dalam jangka panjang berkat Omnibus Law. Adapun untuk jangka pendek, rekomendasi LPKR trading buy karena secara valuasi sudah murah dengan price to book value (PBV) 0,37 kali.

    CEO LPKR John Riady sebelumnya menyampaikan pertumbuhan pendapatan naik sebanyak 38,7 persen secara year on year (yoy) pada sembilan bulan di 2020 seiring dengan pertumbuhan pada marketing sales dan penyelesaian proyek. Pendapatan pada sembilan bulan 2020 menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun pada sembilan bulan di 2019.

    John menyampaikan, sebagai perusahaan real estat terbesar di Indonesia berdasarkan total aset dan pendapatan, pendapatan Real Estate Development meningkat sebesar 38,7 persen menjadi Rp2,37 triliun dari Rp1,71 triliun karena bisnis inti perseroan mulai menunjukkan perbaikan.

    "Bisnis properti terus menunjukkan kemampuan untuk bertahan yang ditunjukkan dengan marketing sales sembilan bulan di periode 2020 yang meningkat 100 persen yoy Rp2,28 triliun dari Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu," ujar John.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id