Studi Stanchart: Pandemi Covid-19 Jadi Momen Pendewasaan Keuangan bagi Milenial

    Angga Bratadharma - 28 November 2020 15:03 WIB
    Studi Stanchart: Pandemi Covid-19 Jadi Momen Pendewasaan Keuangan bagi Milenial
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Isaac LAWRENCE
    Jakarta: Pandemi covid-19 telah berdampak besar terhadap pengeluaran dan tabungan orang-orang dari berbagai generasi. Namun demikian, menurut survei global terbaru dari Standard Chartered, generasi milenial yakni rentang usia 25-44 tahun yang paling terkena dampak.

    "Pandemi telah menjadi katalisator yang tidak terduga, namun sangat nyata bagi para klien retail banking kami karena mereka lebih terkondisikan untuk memilih jalur digital dalam melakukan aktivitas perbankan harian mereka," kata CEO Standard Chartered Bank Indonesia Andrew Chia, dalam keterangan resminya, Sabtu, 28 November 2020.

    Di seluruh dunia generasi milenial adalah yang paling mungkin mengalami kesulitan untuk memenuhi pengeluaran sehari-hari (41 persen). Kemudian melaporkan tingkat pinjaman yang lebih tinggi (35  persen) dalam sebulan terakhir dibandingkan dengan generasi lainnya.

    Namun, dalam menghadapi tantangan ini, pandemi saat ini telah memberikan tekanan bagi generasi milenial untuk lebih mempersiapkan masa depan keuangan mereka, serta mendorong mereka untuk membuat perubahan pada cara mereka mengelola uang.

    Studi yang dilakukan terhadap 12 ribu orang dewasa di 12 negara yakni Hong Kong, India, Indonesia, Kenya, Tiongkok Daratan, Malaysia, Pakistan, Singapura, Taiwan, UEA, Inggris, dan Amerika Serikat (AS) adalah yang ketiga dari rangkaian tiga bagian untuk melihat bagaimana covid-19 telah mengubah cara hidup konsumen, dan perubahan apa yang akan terus ada.

    Bila survei pertama berfokus pada dampak pandemi terhadap pendapatan, dan yang kedua melihat perubahan kebiasaan belanja, survei terakhir memberikan wawasan baru tentang bagaimana krisis kesehatan global telah mengubah cara orang mengelola uang mereka sehari-hari, dalam konteks pencapaian tujuan jangka panjang mereka.

    Sebanyak dua pertiga orang Indonesia (ketimbang angka global yaitu 64 persen) merasa mengelola uang menjadi lebih sulit sejak dimulainya wabah covid-19. Generasi milenial didapati merasa lebih sulit bila dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Milenial di Indonesia juga dilaporkan kecewa dengan tingkat pengembalian tabungan atau investasi mereka.

    Para generasi milenial juga merasa kurang dapat mengontrol keuangan pribadi mereka dan lebih cenderung mengalami penurunan tingkat tabungan selama sebulan terakhir jika dibandingkan dengan mereka yang berusia di atas 45 tahun.

    Terlepas dari tantangan yang signifikan ini, generasi milenial lebih mungkin ketimbang generasi yang lebih tua untuk secara aktif mengejar tujuan keuangan jangka panjang mereka. Sebanyak 33 persen generasi milenial di Indonesia saat ini menabung untuk pembelian besar seperti mobil baru atau rumah.

    Sementara 36 persen mencoba menabung lebih banyak untuk masa pensiun. Sedangkan hanya 24 persen dari mereka yang berusia di atas 45 tahun menabung untuk pembelian besar, dan 31 persen mereka yang berusia di atas 45 tahun mencoba menabung lebih banyak untuk masa pensiun.

    Untuk memenuhi ambisi tersebut, 24 persen generasi milenial di Indonesia ingin memonitor dan menganggarkan pengeluaran mereka dengan lebih baik; 38 persen ingin mengubah anggaran pengeluaran harian mereka; dan 30 persen sudah mulai menggunakan aplikasi baru untuk mengelola uang atau untuk penganggaran selama covid-19.

    "Sementara itu, 64 persen generasi milenial yang belum mulai menggunakan aplikasi pengelolaan keuangan dan penganggaran, berencana melakukannya dalam tiga tahun ke depan," kata riset tersebut.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id