comscore

YLKI Minta Bank Transparan tentang Salah Transfer

Angga Bratadharma - 27 Desember 2021 10:59 WIB
YLKI Minta Bank Transparan tentang Salah Transfer
Ilustrasi. FOTO: MI/ATET DWI PRAMADIA
Jakarta: Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut menyoroti adanya kasus salah transfer oleh salah satu bank di Indonesia. YLKI menilai menjadi kewajiban suatu bank untuk memberikan informasi yang benar dan jelas kepada nasabah jika memang ada persoalan salah transfer.

Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsih membenarkan kewajiban bank untuk memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur ke nasabah terkait persoalan salah transfer. Hal itu penting karena konsumen memiliki hak keamanan dan memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Sebagai konsumen memiliki hak keamanan dan mendapatkan informasi yang benar, jelas, dan jujur dari pihak pelaku jasa usaha keuangan," kata Sularsih, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 27 Desember 2021.

Indah Harini, yang merupakan salah seorang nasabah prioritas di salah satu bank, melalui tim kuasa hukumnya, mengumumkan telah melakukan gugatan setelah dirinya dikriminalisasi menggunakan UU No 3 Tahun 2001 Tentang Transfer Dana.  Indah menerima sembilan kali transfer dana misterius di penghujung akhir 2019 ke rekening tabungan valas GBP miliknya.

Namun bank tersebut justru mempermasalahkan transferan setelah 11 bulan kemudian. Melihat adanya kasus salah transfer itu, menurut Sularsih, Indah Harini telah melakukan kewajibannya, yakni melaporkan kepada bank baik secara lisan ataupun tertulis.

"Ada batas waktu juga (untuk memperbaiki kesalahan tranfer), bank punya kewajiban melakukan suatu perubahan. Konsumen juga punya hak untuk melakukan gugatan untuk mencari suatu keadilan, mencari suatu kebenaran," kata Sularsih.  

Ahli risk management perbankan dan asuransi Batara Maju Simatupang mengatakan jika terjadi salah transfer dana maka hal ini mewajibkan pihak bank untuk segera membuktikan adanya kekeliruan transfer tersebut kepada penerima.

Pasal 11 di Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/23/PBI/2012 tentang Transfer Dana menyebutkan jika terjadi kekeliruan pelaksanaan transfer dana, maka penyelenggara wajib melakukan perbaikan paling lambat satu hari kerja setelah diketahui terjadinya kekeliruan tersebut.

Murni kesalahan bank

Praktisi Hukum Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Saepudin Zuhri mengatakan jika ada bank melakukan kesalahan transfer maka itu murni kesalahan bank. Pada akhir hari sebelum melakukan balancing, bank biasanya memisahkan slip transaksi pada hari tersebut per masing-masing jenis transaksi dan mata uang untuk kemudian dijumlahkan dengan mesin hitung.
 
"Balancing dilakukan untuk memastikan bahwa semua transaksi telah di input dengan benar sesuai dengan saldo uang tunai yang tercatat pada komputer," kata Saepudin.
 
Bank juga harus memeriksa kecocokan saldo akhir hari dengan laporan transaksi hari itu, dan memeriksa ulang validasi posting, memposting setiap transaksi ke dalam rekening dengan benar, dan melaksanakan validasi slip yang digunakan untuk transaksi.
 
Pegawai dan pejabat bank harus memastikan bahwa semua dokumen dan slip transaksi telah diproses dan memeriksa hasil cetak validasi dengan data asli (mencocokkan jumlah dan nomor rekening yang tertulis pada slip yang telah divalidasi).
 
"Karenanya, bank tidak dapat menerima pengembalian dana. Kenapa? karena bank telah melakukan berbagai tahapan yaitu pelaksanaan transaksi melalui proses maker, checker, approver, dan konfirmasi," pungkas Saepudin.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id