Ubah Mal Jadi RS Bikin Saham LPKR Diburu

    Ade Hapsari Lestarini - 10 April 2020 13:15 WIB
    Ubah Mal Jadi RS Bikin Saham LPKR Diburu
    Foto: dok MI.
    Jakarta: Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tercatat menjadi salah satu yang paling aktif diperdagangkan oleh investor asing sepanjang perdagangan bursa sepekan ke belakang.

    Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten bersandi LPKR naik hingga 22 persen dalam sepekan.

    Kepala riset Reliance Sekurtias Lanjar Nafi menjelaskan kenaikan saham itu karena investor saat ini memanfaatkan momentum dari situmulus yang dikucurkan secara besar-besaran, baik oleh negara maju, maupun pemerintah Indonesia untuk memerangi pandemi covid-19.

    Selain itu, kabar bahwa terjadi penurunan sejumlah kasus covid-19 di berbagai belahan dunia, jadi kabar positif ke pasar. Meski memang dari sisi data, bisa naik turun.

    "Kenaikan itu juga karena ada momentum disaat mayoritas bursa global ikut menghijau.  Investor juga memanfaatkan momentum itu. Juga, untuk LPKR ada sentimen positif lain terkait sejumlah mal mereka yang diubah jadi rumah sakit, untuk bantu pemerintah," ujar Lanjar, dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2020.

    Pergerakan positif itu diyakini akan lebih bertahan lama jika pemerintah Indonesia benar-benar memberi kebijakan yang dapat menenangkan pasar dalam menangani covid-19. Menurutnya, pemerintah belum terlalu agresif dan cenderung berhati-hati. Sehingga bisa membuat gerak pasar dan bursa menjadi rentan terkoreksi kembali. Karena itu, ia menyarankan agar emiten melakukan efisiensi di berbagai lini agar bisnis mereka tetap survive di tengah pasar yang volatile.

    Minat investor pada saham LPKR juga mengindikasikan persepsi investor bahwa LPKR memiliki prospek positif. Meski memang sentimen tersebut masih bersifat jangka pendek, namun menjadi indikator positif.  Dengan proporsi recurring income LPKR yang besar, juga mendorong sentimen positif. Juga menjadi salah satu indikator perusahaan memiliki fundamental yang kuat.

    Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menambahkan perseroan yang memiliki bisnis di sektor kesehatan melalui Siloam Hospital, dalam jangka panjang secara kinerja bakal positif. Secara keseluruhan, bisnis LPKR memang fokus di bidang properti dan kesehatan. Bisnis di sektor itu secara animo memang masih cukup baik. Sektor kesehatan masih menarik karena merupakan segmen bisnis yang dibutuhkan oleh masyarakat.

    "Disaat kondisi kesadaran kesehatan dan antisipasi masyarakat terhadap virus korona meningkat seharusnya sektor kesehatan bisa diuntungkan. Maka ada peluang kinerjanya bisa lebih baik," kata Sukarno.

    Data pembukuan LPKR menyebutkan lebih dari 70 persen dari pendapatan Lippo Karawaci berasal dari recurring income alias pendapatan berulang, yang memberikan stabilitas di saat situasi pasar bergejolak. Divisi healthcare dan mal menjadi penopang pertumbuhan pendapatan yang kuat.  Dalam jangka panjang, kinerja LPKR diprediksi terus meningkat di 2020 sebagai akibat dari dijalankannya strategi deleverage dan keberhasilan kepemimpinan manajemen.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id