Generasi Milenial Mulai Lirik Asuransi Syariah

    Angga Bratadharma - 19 Mei 2020 08:31 WIB
    Generasi Milenial Mulai Lirik Asuransi Syariah
    Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo. FOTO: MI/MOHAMAD IRFAN
    Jakarta: Generasi milenial mulai memanfaatkan produk asuransi termasuk yang berbasis syariah sejalan kian memahami pentingnya memiliki produk asuransi sekarang ini. Berdasarkan survei yang dilakukan Prudential Indonesia tercatat ada sebanyak 44 persen responden milenial sebagai pengguna produk asuransi syariah.

    "Kalangan milenial yang menggunakan asuransi syariah sebanyak 44 persen," kata Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia Nini Sumohandoyo, dalam Bincang Syariah dan Buka Puasa bersama Prudential Indonesia bertajuk 'PRUSyariah: Inovasi dan Relevansi Saat Ini', Senin, 18 Mei 2020.

    Nini menambahkan kalangan yang sudah melek asuransi syariah secara umum tercermin pada kenaikan ketertarikan pada produk syariah. Hampir 58 persen tertarik ke produk jasa keuangan syariah atau ada kenaikan sebanyak 18 persen. Tentu diharapkan kondisi ini bisa terus meningkat di masa-masa yang akan datang.

    "Oleh karenanya, diprediksi tiga tahun yang akan datang pasar asuransi syariah akan mereguk nilai Rp9,6 triliun," kata Nini.

    Ekonomi dan keuangan syariah telah mengalami perkembangan pesat dalam dua dekade terakhir, baik secara global maupun nasional. Sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah yang luar biasa.

    Berdasarkan Indikator Pengembangan Keuangan Syariah (IFDI) 2019 yang dikeluarkan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD) dan penyedia data pasar keuangan Refinitiv, peringkat Indonesia di dunia melonjak naik dari posisi ke-10 menjadi posisi ke-4 pada 2018 setelah Malaysia, Bahrain, dan Uni Emirat Arab.

    Hal ini terjadi karena sejumlah faktor, di antaranya pembentukan perencanaan ekonomi syariah periode 2019-2024 yang dikeluarkan Mei 2019 oleh Presiden Jokowi, meningkatnya kesadaran akan keuangan syariah, serta meningkatnya aset keuangan syariah mencapai USD86 miliar di 2018.

    Kondisi ini mencerminkan peluang bagi pembangunan ekonomi syariah yang dapat berdampak positif pada neraca ekonomi nasional. Jika terus dimaksimalkan bukan tidak mungkin ekonomi dan keuangan syariah bisa berkontribusi positif lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id