Perbankan Syariah Butuh Dukungan Infrastruktur Memadai

    Husen Miftahudin - 02 Juli 2020 15:52 WIB
    Perbankan Syariah Butuh Dukungan Infrastruktur Memadai
    Ilustrasi perbankan syariah. Foto: Antara/Ismar Patrizki
    Jakarta: Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria menyebutkan perbankan syariah di Indonesia punya potensi besar untuk dikembangkan. Pasalnya pangsa pasar keuangan syariah domestik pada 2019 baru berada pada tingkat delapan persen, padahal Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbanyak dunia dan sudah cukup mengenal sistem ekonomi keuangan berbasis syariah.

    Pemerintah Indonesia bahkan berharap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Ini tercermin dari proyeksi pemerintah terhadap pangsa pasar keuangan syariah Indonesia pada 2023-2024 yang meningkat menjadi 20 persen.

    Namun, kata Taswin, pengembangan perbankan syariah di Indonesia butuh dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah. Selain untuk mendorong pengembangan, infrastruktur tersebut juga dinilai mampu mendongkrak kondisi pasar yang sedang melemah akibat meluasnya penyebaran pandemi covid-19.

    "Untuk dapat merealisasikan kontribusi dan perannya, perbankan syariah membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai seperti di antaranya regulasi, kesiapan teknologi, hingga investasi sumber daya," ujar Taswin dalam acara Maybank Indonesia Shariah Leaders Forum 2020, Kamis, 2 Juli 2020.

    Menurut Taswin, berbagai dukungan infrastruktur tersebut bertujuan untuk melakukan penetrasi pasar dan penyediaan solusi keuangan berbasis syariah. Dengan begitu perbankan syariah diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan tantangan bisnis saat ini.

    Layanan teknologi digital misalnya, kehadiran inovasi ini diyakini mampu mempercepat proses adaptasi masyarakat. Hal ini juga dapat menggerakkan kembali perputaran ekonomi pada sektor ritel.

    "Termasuk food and beverage, melalui e-commerce, serta sektor perbankan untuk memenuhi kebutuhan transaksi finansial melalui pemanfaatan teknologi tersebut," tuturnya.

    Sejalan dengan hal tersebut, Maybank Indonesia melalui Unit Usaha Maybank Syariah sejak 2014 telah menjalankan strategi Shariah First, yaitu inisiatif yang mengutamakan solusi keuangan berbasis syariah untuk diperkenalkan kepada masyarakat luas.

    "Inisiatif ini telah memberi kontribusi 20 persen terhadap aset Maybank Indonesia dan membawa Maybank Indonesia menjadi salah satu bank yang melakukan pembiayaan syariah pada sejumlah proyek strategis termasuk di bidang infrastruktur, pertambangan, transportasi udara, dan pengelolaan bandara," ungkap Taswin.

    Pada kesempatan yang sama, Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Teguh Supangkat mengajak perbankan syariah mengoptimalisasi ekosistem ekonomi syariah dengan menyinergikan sektor riil, yaitu sektor industri halal, sektor keuangan syariah, dan sektor sosial ekonomi Islam.

    Pascakebijakan stimulus dan relaksasi, ucap Teguh, bank akan mengalami perubahan kualitas kredit sehingga perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam hal penambahan pencadangan dan permodalan. Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas perbankan nasional.

    "Selain itu, perubahan perilaku masyarakat di era new normal (kenormalan baru) akan mengubah kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan, sehingga perlu adaptasi teknologi dan digitalisasi layanan. Hal itu merupakan hal yang mendesak untuk dilakukan agar bank tetap mampu melayani masyarakat dengan pelayanan yang prima," tutup Teguh.

    (DEV)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id