comscore

Bos OJK Pamer Stabilitas Sektor Jasa Keuangan RI di Depan Investor AS

Husen Miftahudin - 25 April 2022 13:29 WIB
Bos OJK Pamer Stabilitas Sektor Jasa Keuangan RI di Depan Investor AS
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat memamerkan stabilitas sektor jasa keuangan RI di hadapan investor AS. Foto: dok OJK.
New York: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat menghadiri sejumlah pertemuan dengan kalangan pebisnis dan para tokoh ekonomi serta akademisi di sejumlah kampus di Kota New York.

Dalam forum The Indonesia B20 Roadshow: Indonesia-US Business Forum yang dilaksanakan di Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia, New York, kepada kalangan pebisnis yang hadir Wimboh menyampaikan besarnya potensi investasi Indonesia yang antara lain didukung sektor jasa keuangan yang tetap stabil di tengah kondisi pandemi covid 19.
Dihadapan para investor negeri Paman Sam tersebut, Wimboh memamerkan keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan di tengah risiko ketidakpastian global. Ia mengatakan, laju intermediasi sektor perbankan terus meningkat dan per Februari 2022 sudah tumbuh 6,3 persen (yoy) dengan risiko yang terkendali yang terlihat dari data NPL gross 3,1 persen.

"Industri perbankan Indonesia juga menunjukkan ketahanan yang konsisten dengan tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) saat ini sebesar 25,8 persen. Angka di atas 20 persen ini konsisten terus meski melewati masa pandemi, dan bahkan terus membaik. Hal ini menunjukkan perbankan Indonesia sangat aman menghadapi potensi risiko di masa depan," ujar Wimboh dikutip dari keterangan resmi, Senin, 25 April 2022.

Selain itu, menurutnya, kinerja di sektor pasar modal juga terus menunjukan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 14 April 2022 berada pada angka 7.235,53 (9,94 persen ytd) dan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Perolehan dana juga terus mencerminkan optimisme pasar dengan 18 Initial Public Offerings (IPO) sepanjang 2022, dengan nilai Rp19,21 triliun.

Pada Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) juga stabil dan kuat. Tercatat Risk Based Capital (RBC) pada asuransi jiwa dan asuransi umum dan reasuransi terjaga dengan baik masing-masing di 535,7 persen dan 323,1 persen.

Pertumbuhan pembiayaan dari perusahaan pembiayaan juga membaik, sebutnya, tumbuh sebesar 2,43 persen yoy. Sementara untuk Non Performing-Finance (NPF) perusahaan pembiayaan juga stabil di 3,25 persen.

"Data kinerja industri jasa keuangan yang stabil dan prospeknya yang bagus itu merupakan informasi yang sangat bagus bagi para calon investor yang ingin berinvestasi di perusahaan-perusahaan jasa keuangan, ataupun berinvestasi di sektor usaha lainnya di Indonesia," tuturnya.

Ditambahkan Wimboh bahwa Indonesia memiliki potensi investasi yang sangat menarik karena selain didukung jumlah populasi penduduk 274 juta yang sebagian besar usia produktif, kondisi perekonomian juga sangat baik dan terus bertumbuh pulih dari dampak tekanan pandemi covid-19.

"Dalam ekonomi digital, Indonesia akan menjadi nomor satu di Asia Tenggara, saya percaya itu. Saya rasa kontribusi transaksi pada tahun 2025 diperkirakan dapat mencapai USD124 miliar. Dan kami memiliki 17 ribu pulau, kami adalah pusat sumber daya alam. Kami banyak berkembang dalam sektor pertambangan, pertanian, kelapa sawit, perikanan, dan pariwisata," urai dia.

Dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan, Wimboh menjelaskan bahwa OJK telah mengeluarkan sejumlah kebijakan di bidang green economy antara lain menerbitkan dokumen Taksonomi Hijau yang akan menjadi panduan aktivitas ekonomi yang melindungi lingkungan hidup dan perubahan iklim.


(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id