comscore

OJK: Kinerja Intermediasi Terus Meningkat, Sektor Keuangan Stabil dan Terjaga

Husen Miftahudin - 26 Mei 2022 13:33 WIB
OJK: Kinerja Intermediasi Terus Meningkat, Sektor Keuangan Stabil dan Terjaga
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat perkembangan sektor keuangan tetap stabil terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat dan semakin berkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Data OJK per April menunjukkan bahwa kredit perbankan tumbuh sebesar 9,10 persen (yoy) atau 3,69 persen (ytd). Angka tersebut meningkat signifikan dari Maret yang tumbuh 6,67 persen (yoy).
"Secara sektoral, kredit sektor pertambangan dan manufaktur mencatatkan kenaikan terbesar secara mtm masing-masing sebesar Rp21,5 triliun dan Rp20,8 triliun. Sementara, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 10,11 persen (yoy) atau 0,08 persen (ytd)," ungkap Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Mei 2022.

Sementara itu, industri asuransi mencatatkan penghimpunan premi asuransi pada April 2022 sebesar Rp21,8 triliun dengan rincian Asuransi Jiwa sebesar Rp8,6 triliun, Asuransi Umum dan Reasuransi sebesar Rp13,2 triliun.

Sedangkan fintech peer to peer lending pada April 2022 mencatatkan outstanding pembiayaan sebesar Rp38,68 triliun atau tumbuh sebesar 87,7 persen (yoy). Piutang perusahaan pembiayaan pada April 2022 tumbuh sebesar 4,51 persen (yoy).

Anto menyampaikan, peningkatan kinerja intermediasi tersebut terjadi di tengah perekonomian global yang masih menghadapi tekanan inflasi yang persisten tinggi dan telah mendorong pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif oleh mayoritas bank sentral dunia.

"Namun demikian, kinerja perekonomian domestik masih terjaga terlihat dari rilis PDB kuartal I-2022 yang terpantau sebesar 5,01 persen (yoy) diikuti dengan peningkatan kinerja mayoritas perusahaan publik di periode yang sama," paparnya.

Indikator ekonomi high frequency juga terpantau masih positif, mengindikasikan berlanjutnya pemulihan ekonomi. Selain itu, pemerintah juga telah menaikkan anggaran subsidi energi menjadi Rp443,6 triliun, terbesar sepanjang sejarah.

"Namun demikian, perlu dicermati tren kenaikan inflasi domestik dan dampak pelarangan ekspor CPO (Crude Palm Oil) terhadap kinerja neraca perdagangan di bulan Mei 2022," pungkasnya.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id