Respons Bos BNI Syariah Usai Merger: Demi Kebaikan Dunia dan Akhirat

    Angga Bratadharma - 14 Oktober 2020 10:17 WIB
    Respons Bos BNI Syariah Usai Merger: Demi Kebaikan Dunia dan Akhirat
    Suasana setelah penandatanganan conditional merger agreement untuk integrasi dan peningkatan nilai bank syariah milik BUMN, di Jakarta. FOTO: BNI Syariah
    Jakarta: PT Bank BNI Syariah menyambut baik langkah positif Pemerintah Republik Indonesia yang menggabungkan ketiga bank syariah milik Himbara, yakni PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah. Diharapkan hasil bank merger ini nantinya mampu memperkuat ekonomi syariah.

    "Dan memberikan kebermanfaatan, baik kebaikan dunia maupun akhirat yang lebih luas bagi umat," kata Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, setelah pengumuman resmi penggabungan ketiga bank, usai penandatanganan Conditional Merger Agreement (CMA), dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 14 Oktober 2020.

    Penandatanganan CMA dilakukan anggota Himbara selaku perusahaan induk ketiga bank syariah nasional yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bersama PT Bank BRIsyariah Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank BNI Syariah.

    Abdullah Firman mengungkapkan BNI Syariah memberikan dukungan penuh upaya pemerintah melakukan penggabungan bank syariah milik BUMN serta siap bekerja sama dan bersinergi. Ia meyakini merger tersebut akan menghasilkan bank syariah yang lebih kuat, solid, dan terbesar di Indonesia.

    "Sudah saatnya kita sebagai negara berpopulasi Muslim terbesar di dunia memiliki bank syariah yang besar. Oleh karena itu, kami siap bekerja sama, bergotong royong, untuk memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, karena ke depan kita bisa berikhtiar menjadi pemimpin ekonomi syariah dunia," kata Firman.

    Firman menambahkan hasil merger ini akan membantu mengembangkan industri halal yang menjadi new business dan new brand dengan potensi bisnis global mencapai Rp30 ribu triliun, mencakup halal food, modest fesyen, halal media, halal tourism, halal healthcare, halal cosmetics, dan hajj & umrah.

    "Kami berharap bank syariah hasil merger mampu mengoptimalkan potensi ekosistem halal, demi mewujudkan Indonesia sebagai produsen produk-produk halal dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucapnya.

    Ketiga bank syariah dan para pemegang saham juga menjamin tidak ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) selama proses penggabungan maupun setelah penggabungan. Proses merger tidak memengaruhi kegiatan operasional dan layanan bank, sehingga dana nasabah akan tetap aman terjaga, nasabah juga dapat melakukan aktivitas perbankan seperti biasa.

    Lebih lanjut, di tengah pandemi covid-19, BNI Syariah mencatatkan total aset Rp50,76 triliun sampai triwulan II-2020 atau naik 19,46 persen secara tahunan ketimbang periode sama di 2019 yaitu Rp42,49 triliun. Pertumbuhan aset ini semakin mengokohkan posisi BNI Syariah sebagai bank syariah BUKU III dengan peringkat aset kedua terbesar di Indonesia.

    Kenaikan aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI Syariah, tercermin dari realisasi DPK BNI Syariah sampai triwulan II-2020 sebesar Rp43,64 triliun atau naik 20,15 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode sama di 2019 sebesar Rp36,32 triliun.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id