OJK Naikkan Target Kucuran Kredit Selama BIK Jadi Rp4,3 Triliun

    Husen Miftahudin - 15 Oktober 2020 20:26 WIB
    OJK Naikkan Target Kucuran Kredit Selama BIK Jadi Rp4,3 Triliun
    Ilustrasi. Foto: Dok.MI
    Jakarta: Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara menaikkan target penyaluran kredit atau pembiayaan kepada pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) dalam rangkaian kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020. Dari sebelumnya Rp2,8 triliun, menjadi Rp4,8 triliun.

    "Waktu pembukaan, target saya cuma Rp2,8 triliun. Tapi saya bilang targetnya kurang ambisius. Targetnya saya naikkan jadi Rp4,3 triliun selama satu bulan ini. Mudah-mudahan tercapai, insyaallah," ujar Tirta dalam keterangan pers BIK 2020 secara virtual di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Tirta menegaskan, langkah dorongan penyaluran kredit tersebut dilakukan OJK dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Termasuk di dalamnya program Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) yang disinergikan dengan program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

    Dalam kegiatan BIK 2020, OJK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) sebagai salah satu implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

    Hal ini dilakukan untuk membiasakan budaya menabung sejak dini. Selama BIK, OJK menargetkan pembukaan rekening tabungan sebanyak 500 ribu di seluruh Indonesia. Selain itu, pihaknya juga meluncurkan empat buku seri literasi keuangan tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan melakukan rebranding Keluarga Sikapi.

    "Kita targetkan satu bulan ini melalui pembukaan rekening kolektif, melalui sekolah ada yang tatap muka juga, lalu melalui perjanjian kerja sama antara perbankan dengan dinas pendidikan," papar Tirta.

    Kegiatan BIK 2020 diselenggarakan pada 1-31 Oktober 2020 di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai program atau literasi, inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen yang melibatkan sejumlah kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, dan e-commerce. Seluruh rangkaian kegiatan BIK 2020 dilakukan secara virtual.

    Tirta menjelaskan, kegiatan BIK 2020 merupakan agenda nasional yang dilakukan secara berkesinambungan pada Oktober setiap tahunnya. Hal ini diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

    "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan dan dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional. Hal ini tentunya memberikan dampak yang positif bagi akses keuangan, sehingga kita dapat mendukung target 90 persen inklusi keuangan di tahun 2024," pungkas Tirta.
     

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id