RI Punya Potensi Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah Global

    Eko Nordiansyah - 30 November 2020 13:08 WIB
    RI Punya Potensi Jadi Pemain Utama Ekonomi Syariah Global
    Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto : Medcom.
    Jakarta: Bank Indonesia (BI) menilai Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri ekonomi syariah global. Apalagi saat ini ekonomi syariah menjadi tren di seluruh dunia, bukan hanya negara mayoritas muslim saja.

    Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan negara-negara di dunia berlomba untuk menjadi pemain dalam industri ekonomi syariah dunia. Hal yang sama juga dilakukan Indonesia, dengan mengembangkan berbagai inisiatif sejak 2015 lalu.

    "Pemerintah dan kita semua ingin bagaimana Indonesia menjadi player di dunia. Ini langkah-langkah yang selalu kita tingkatkan sejak 2015 dalam memperkuat langkah yang sebelumnya hanya fokus di perbankan," kata dia dalam webinar di Jakarta, Senin, 30 November 2020.

    Komitmen pemerintah dibuktikan dengan membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama sejumlah kementerian/lembaga. Upaya ini diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk mendorong industri ekonomi syariah di dalam negeri.

    "Di 2015 pengembangan ekonomi syariah semakin diperluas seperti di perbankan, pasar modal, mobilisasi wakaf zakat produktif, dan membuat halal supply chain. Termasuk juga kita kampanyekan sosialisasi literasi ekonomi syariah dan BI sangat antusias setiap tahun menggelar ISEF," jelas dia.

    Tak hanya itu, sinergi berbagai lembaga dalam KNEKS juga menggandeng perbankan maupun pelaku usaha dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pemain di industri ekonomi syariah. Bukan hanya secara nasional, tapi juga bagaimana mencapai tingkat global.

    "Laporan terbaru 2020/2021 Indonesia jadi top 10 player dalam ekonomi syariah. Peringkat tahun ini naik dari nomor 5 jadi nomor 4. Spesifik di halal food kita di nomor 4, fashion muslim nomor 3 setelah UAE dan Turki. Kita harus kejar banyak di farmasi dan kosmetik yang peringkat 6, halal tourism peringkat 6, Islamic finance nomor 6," pungkasnya.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id