OJK Pecut Bank BUKU IV Salurkan Kredit ke UMKM

    Husen Miftahudin - 28 April 2021 21:33 WIB
    OJK Pecut Bank BUKU IV Salurkan Kredit ke UMKM
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memecut industri perbankan, khususnya Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV, untuk gencar menyalurkan kredit kepada sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebab, bank dengan modal inti lebih dari Rp30 triliun itu paling banyak menyalurkan kredit kepada UMKM.

    "Kalau kita melihat sebetulnya motor penggerak penyaluran UMKM di sektor perbankan didominasi oleh BUKU IV, ini porsinya 59,51 persen atau dia sudah mempunyai portofolio Rp768,06 triliun dari total kredit Rp3,27 triliun," ucap Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III OJK Edy Purnomo dalam webinar 'Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional', Rabu, 28 April 2021.






    Edy melanjutkan bahwa porsi kredit yang disalurkan bank dengan kategori BUKU IV tersebut sebesar 67,87 persen dari total UMKM sebanyak 64,2 juta unit. Sementara porsi dari total kredit yang dilakukan BUKU IV sebanyak 23,48 persen.

    Posisi kedua diisi oleh bank kategori BUKU III dengan total pinjaman yang disalurkan kepada UMKM sebanyak Rp198,87 triliun atau setara 29,59 persen dari total kredit sebesar Rp1,63 triliun. Kredit dari bank dengan modal inti lebih dari Rp5 triliun sampai Rp30 triliun itu memiliki porsi sebanyak 21,15 persen dari total UMKM.

    Selanjutnya bank kategori BUKU II dengan total pinjaman yang disalurkan kepada UMKM sebanyak Rp120,1 triliun atau setara 10,90 persen dari total kredit sebesar Rp599,3 miliar. Kredit dari bank dengan modal inti lebih dari Rp1 triliun hingga Rp5 triliun itu memiliki porsi sebanyak 10,98 persen dari total UMKM.

    "Jadi kita selama ini untuk UMKM kita banyak diskusi dengan bank BUKU IV dan BUKU III karena memang mereka itu asetnya paling besar, sehingga dia bisa membuat suatu akselerasi pertumbuhan UMKM. Mereka juga optimis (porsi dari total kredit) bisa mencapai 30 persen di tahun 2024," tegasnya.

    Per Maret 2021, porsi kredit UMKM dari total kredit perbankan baru mencapai 20,59 persen. Angka ini sebenarnya mengalami penurunan bila dibandingkan dengan posisi Februari 2021 yang mencapai 20,80 persen, namun sedikit lebih baik dibandingkan dengan posisi Januari 2021 sebesar 20,58 persen.

    Menurut Edy, penurunan penyaluran kredit tersebut terjadi karena industri perbankan sedang tidak percaya dengan beberapa sektor UMKM, utamanya sektor konstruksi. Hal ini karena tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) pada sektor konstruksi mengalami kenaikan signifikan, dari 10,31 persen pada Maret 2020 menjadi 12,69 persen di Maret 2021.

    "Memang bank-bank ini agak enggan memberikan kredit kepada sektor konstruksi karena ketidakpercayaan atau ketidakpastian. Namun dengan adanya penjaminan dari pemerintah, saya kira ini tidak akan ada kendala lagi di kemudian hari, harusnya," pungkas Edy.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id